Getir itu kalau kmu makan daun seledri
Tapi getirnya kepala terasa sampai ujung kuku kaki
Waktu aku menyentuh pundaknya, terasa getir itu
Dari ujung jari menuju ujung kepala dan ujung kaki
Kenapa ya?
Jengkelku dibilang mengalami perubahan
Dan aku merasa perubahan itu mengalami penurunan
Aku ini apa dan siapa dan bagaimana?
Rasa-rasanya setiap saat dan waktu aku apa adanya
Bagaimana ya?
Menjadi gila aku bisa, cuek abis, dan tidak peduli perasaan orang
Menjadi penyayang aku bisa, perhatian tulus, dan sangat mempedulikan orang lain
Menjadi pecemberut juga bisa, jutek abis, dan suka marah-marah sendiri
Ih... Tapi apa aku harus memiliki semua itu sekaligus aku laksanakan?
Hahaha...
Mungkin ada kalanya aku menjadi gila
Mungkin ada kalanya aku menjadi penyayang
Roda-roda kehidupanku berputar sangat cepat
Saat aku sedih, sesaat kemudian aku diberi kabahagiaan
Namun secepat itu pula terkadang aku dibuang di kesedihan
Lalu apa?
Getir itu masih menjalari urat-urat nadiku...
Apakah itu sebuah tanda bagi diriku yang tidak peka ini?
Bahwa aku sudah terbawa perasaan terlalu dalam?
Bahwa aku hanya terbawa emosi sesaat saja?
Nikmatnya... Bila kubisa merasakan rasa getir yang menyengat seperti setrum itu...
Showing posts with label tentang cinta. Show all posts
Showing posts with label tentang cinta. Show all posts
Friday, October 31, 2008
Saturday, October 25, 2008
Kesendirian Berpikir Berbuat
Aku akan menutup mata, telinga, dan mulut
istirahat sejenak supaya dalam otakku bernafas lega
Siapakah kamu berkata dan melihat
Siapakah aku bertindak dan berbuat
Aku masih meratapi hal yang menggelikan
Tiada hati dan pikiran memutuskan
Apakah aku menyukainya? Apakah aku menerimanya?
Bukalah pikiranku dalam kesunyian
Biarpun sudah kubuang degup jantungku
Biarpun sudah kulubangi hatiku berdarah
Hanya untuk menyadarkan diriku tertuah
Kelambu hitam masih menyelimutiku
Siapa yang aku sayangi kusadar
Siapa yang aku cintai??
Siapa yang kuingini??
Siapa yang kuimpi??
Ah...
Kututup mata, telinga, dan mulutku
Untuk merasakan isi hatiku...
istirahat sejenak supaya dalam otakku bernafas lega
Siapakah kamu berkata dan melihat
Siapakah aku bertindak dan berbuat
Aku masih meratapi hal yang menggelikan
Tiada hati dan pikiran memutuskan
Apakah aku menyukainya? Apakah aku menerimanya?
Bukalah pikiranku dalam kesunyian
Biarpun sudah kubuang degup jantungku
Biarpun sudah kulubangi hatiku berdarah
Hanya untuk menyadarkan diriku tertuah
Kelambu hitam masih menyelimutiku
Siapa yang aku sayangi kusadar
Siapa yang aku cintai??
Siapa yang kuingini??
Siapa yang kuimpi??
Ah...
Kututup mata, telinga, dan mulutku
Untuk merasakan isi hatiku...
Thursday, October 23, 2008
Desiran Api Moksa
Kutikam hatiku, dan mengorek jantungku
Desiran menyakitkan itu terulang-ulang lagi
Nafas itu kusam seperti asap, menggerogoti paruku
Dadaku merinding ngeri dan tersayat rasa perih
Memahami arti dari detik-detik yang telah berlalu
Membunyikan lonceng dan bergema dalam benakku
Bernafaslah paru-paruku, bernafaslah dengan bebas
Walaupun kau terengah-engah, merindukan sejuknya
Badan ini... Tubuh ini... terasa panas membara
Kubutuhkan siraman air yang sejuk dan dingin
Kutidak berlari mengenakan sepatu besi panas
Tetapi kaki ini sudah melepuh berlari kesana kemari
Mataku menyalang dan sebenarnya kesakitan
Derita sengsaraku adalah pintu neraka ku
Hatiku berdarah membuat kubangan warna merah
Jantungku berdegup dalam telapak tangan ku
Api itu akan kupadamkan kembali...
Api itu akan kuusir pergi...
Supaya sinar mentari menyinari jiwaku yang sepi
Supaya mentari memantulkan cahaya mahkotaku lagi
Desiran menyakitkan itu terulang-ulang lagi
Nafas itu kusam seperti asap, menggerogoti paruku
Dadaku merinding ngeri dan tersayat rasa perih
Memahami arti dari detik-detik yang telah berlalu
Membunyikan lonceng dan bergema dalam benakku
Bernafaslah paru-paruku, bernafaslah dengan bebas
Walaupun kau terengah-engah, merindukan sejuknya
Badan ini... Tubuh ini... terasa panas membara
Kubutuhkan siraman air yang sejuk dan dingin
Kutidak berlari mengenakan sepatu besi panas
Tetapi kaki ini sudah melepuh berlari kesana kemari
Mataku menyalang dan sebenarnya kesakitan
Derita sengsaraku adalah pintu neraka ku
Hatiku berdarah membuat kubangan warna merah
Jantungku berdegup dalam telapak tangan ku
Api itu akan kupadamkan kembali...
Api itu akan kuusir pergi...
Supaya sinar mentari menyinari jiwaku yang sepi
Supaya mentari memantulkan cahaya mahkotaku lagi
Tuesday, October 21, 2008
Dunia Mimpi
Bilakah aku terlelap dan menghembuskan nafas
Berbagai tanaman lembut membuatkan aku alas
Siraman sinar bulan yang redup membuatku malas
Nyanyian kecil para makhluk mungil terbang bebas
Oh, Mama, engkau merabaku lembut dan cium keningku
Oh, Kasih, terasa lah menjamah ke seluruh tubuhku
Angin merasuk ke dadaku, menenangkan jantungku berdetak
Kunang-kunang beterbangan dekat, menenangkan sinar mataku
Nymph air menertawai kantukku, dan menyenandungkanku nada
Dryad berdatangan membawakanku wewangian harum cendana kayu
Oh, Papa, engkau mengelus kepalaku dan menasehatiku
Oh, Bijak, terasa lah mencengkram pikiranku
Warna-warni pelangi yang terpantul dari danau
Dipermainkan oleh para duyung-duyung cantik bersyair
Aku ditarik oleh seekor makhluk cantik bertubuh putih
Menaiki sang Unicorn berlari melewati padang rumput
Oh, Teman, engkau memelukku dengan lembut dan perhatianku
Oh, Tentram, terasa lah menyelimuti kalbuku
Aku dan Mimpiku
Berbagai tanaman lembut membuatkan aku alas
Siraman sinar bulan yang redup membuatku malas
Nyanyian kecil para makhluk mungil terbang bebas
Oh, Mama, engkau merabaku lembut dan cium keningku
Oh, Kasih, terasa lah menjamah ke seluruh tubuhku
Angin merasuk ke dadaku, menenangkan jantungku berdetak
Kunang-kunang beterbangan dekat, menenangkan sinar mataku
Nymph air menertawai kantukku, dan menyenandungkanku nada
Dryad berdatangan membawakanku wewangian harum cendana kayu
Oh, Papa, engkau mengelus kepalaku dan menasehatiku
Oh, Bijak, terasa lah mencengkram pikiranku
Warna-warni pelangi yang terpantul dari danau
Dipermainkan oleh para duyung-duyung cantik bersyair
Aku ditarik oleh seekor makhluk cantik bertubuh putih
Menaiki sang Unicorn berlari melewati padang rumput
Oh, Teman, engkau memelukku dengan lembut dan perhatianku
Oh, Tentram, terasa lah menyelimuti kalbuku
Aku dan Mimpiku
Monday, October 20, 2008
I just said "Ah... haha... hahaha..."
I just said "Ah.. haha... hahaha..."
Ridiculous thing, so so pity thing
World's spinning around, but I dont feel...
Why do I feel standing there forever?
"Ah... haha... hahaha..."
my barricade is weaken, it's just dump
hey, dont bring tats up, it's preety dumb dump
Yeah... jackpot! But not winning anything, it's a bum
I cried "Ah... haha... hahaha..."
cross my finger, swear it, toss it...
Move your face silently from me, makes me feel ugly
World still spinning around, but I dont feel...
I smoke "Ah... haha... hahaha..."
tat grey-ish smokey-smokey hard beat up
No no... it's poisonous thing
Keep tat away from me, makes me feel ugly
I just said "Ah... haha... hahaha..."
Was tat glamorous thing I adored...?
"Ah... haha... hahaha..."
Simply come into me...
"Ah... haha... hahaha..."
Simply said simply gone...
"Ah... haha... hahaha..."
Come in, come out...
"Ah... haha.. hahaha..."
Come down, come up...
"Ah... haha... hahaha..."
then there is it...
DONE...
Ridiculous thing, so so pity thing
World's spinning around, but I dont feel...
Why do I feel standing there forever?
"Ah... haha... hahaha..."
my barricade is weaken, it's just dump
hey, dont bring tats up, it's preety dumb dump
Yeah... jackpot! But not winning anything, it's a bum
I cried "Ah... haha... hahaha..."
cross my finger, swear it, toss it...
Move your face silently from me, makes me feel ugly
World still spinning around, but I dont feel...
I smoke "Ah... haha... hahaha..."
tat grey-ish smokey-smokey hard beat up
No no... it's poisonous thing
Keep tat away from me, makes me feel ugly
I just said "Ah... haha... hahaha..."
Was tat glamorous thing I adored...?
"Ah... haha... hahaha..."
Simply come into me...
"Ah... haha... hahaha..."
Simply said simply gone...
"Ah... haha... hahaha..."
Come in, come out...
"Ah... haha.. hahaha..."
Come down, come up...
"Ah... haha... hahaha..."
then there is it...
DONE...
Wednesday, October 1, 2008
Mengingat dan Membayangkan... Orang itu...
Ah... Padahal sudah kudoakan kau supaya bahagia
Tapi kenapa seperti ini yang kudengar?
Sudah kubayangkan kau berubah menjadi baik
Ah... kenapa sebaliknya yang kudengar?
Aku terlalu naif.. terlalu naif...
Kuanggap manusia adalah makhluk yang paling bisa diubah...
ternyata kepintaran membutakan mata dan hati...nya
Karena manusia adalah makhluk paling bodoh belajar untuk berubah...
Keliatan lidahmu dalam berkata-kata mungkin memonopoli gadis lain
Namun aku hanya bisa mensyukuri lepasnya diriku darimu
Mari kita menunggu, kita akan melihat, kita akan mendengar
Apa yang sebenarnya akan terjadi padamu...
Tapi kenapa seperti ini yang kudengar?
Sudah kubayangkan kau berubah menjadi baik
Ah... kenapa sebaliknya yang kudengar?
Aku terlalu naif.. terlalu naif...
Kuanggap manusia adalah makhluk yang paling bisa diubah...
ternyata kepintaran membutakan mata dan hati...nya
Karena manusia adalah makhluk paling bodoh belajar untuk berubah...
Keliatan lidahmu dalam berkata-kata mungkin memonopoli gadis lain
Namun aku hanya bisa mensyukuri lepasnya diriku darimu
Mari kita menunggu, kita akan melihat, kita akan mendengar
Apa yang sebenarnya akan terjadi padamu...
Wednesday, September 24, 2008
Apa Adanya ~Bye2 konyolisme
Kadang yang tidak kumengerti adalah hati yang hilang
Dia ada disini, tapi aku tidak tahu dimana kah hatinya itu?
Dia ada disebelahku, tapi aku tidak tahu apa yang ada dikepalanya?
Dia ada buatku, tapi aku tak mengerti kenapa dia begitu?
Aku mengenal banyak pribadi, aku hanya ingin memilih siapa yang terbaik untukku
Bila dia seseorang apa dia harus menjadi milikku? TIDAK... Kenapa harus?
Apa dia itu traumaku? Karena aku tidak tahu dia ada bagiku.
Apa dia adalah dilemaku? Karena aku tidak menentukan apa pun.
Ketika hatiku bebas, kenapa aku harus merasa dipaksa untuk memilih
Mereka akan datang sendiri dan capai sendiri kalau menungguku
Aku selalu berlari, menuju ke depan, tidak ada lagi yang menghambatku
Tidak lagi menengok belakang, karena asaku tinggi dan menjaganya supaya tidak putus
Aku tidak berusaha kejam, kalau merasa aku jahat, jangan ikuti aku
Aku tidak berkeras hati,kalau merasa aku dingin, jangan memaksa aku
Aku berusaha membuka diri, kalau merasa aku berlebihan, jangan memaksa diri
Aku berusaha mencari warnaku, kalau merasa aku mandiri, jangan memanjakan aku
Sebentar... Apa hatiku yang hilang?
Tidak ah... Aku tidak merasa seperti itu kok... Dan tidak mau seperti itu...
Aku bersyukur kalau disayang dan diperhatikan orang...
Hanya saja jangan menuntutku lebih kalau hatiku tidak akan sama denganmu (?)
Aku tidak akan kehilangan kesadaranku untuk hal yang konyol
Dia ada disini, tapi aku tidak tahu dimana kah hatinya itu?
Dia ada disebelahku, tapi aku tidak tahu apa yang ada dikepalanya?
Dia ada buatku, tapi aku tak mengerti kenapa dia begitu?
Aku mengenal banyak pribadi, aku hanya ingin memilih siapa yang terbaik untukku
Bila dia seseorang apa dia harus menjadi milikku? TIDAK... Kenapa harus?
Apa dia itu traumaku? Karena aku tidak tahu dia ada bagiku.
Apa dia adalah dilemaku? Karena aku tidak menentukan apa pun.
Ketika hatiku bebas, kenapa aku harus merasa dipaksa untuk memilih
Mereka akan datang sendiri dan capai sendiri kalau menungguku
Aku selalu berlari, menuju ke depan, tidak ada lagi yang menghambatku
Tidak lagi menengok belakang, karena asaku tinggi dan menjaganya supaya tidak putus
Aku tidak berusaha kejam, kalau merasa aku jahat, jangan ikuti aku
Aku tidak berkeras hati,kalau merasa aku dingin, jangan memaksa aku
Aku berusaha membuka diri, kalau merasa aku berlebihan, jangan memaksa diri
Aku berusaha mencari warnaku, kalau merasa aku mandiri, jangan memanjakan aku
Sebentar... Apa hatiku yang hilang?
Tidak ah... Aku tidak merasa seperti itu kok... Dan tidak mau seperti itu...
Aku bersyukur kalau disayang dan diperhatikan orang...
Hanya saja jangan menuntutku lebih kalau hatiku tidak akan sama denganmu (?)
Aku tidak akan kehilangan kesadaranku untuk hal yang konyol
Monday, August 4, 2008
Tentang BULAN
Bulan itu cantik... Bulan itu menawan...
Bulan itu sedih... Bulan itu kesepian...
Angin Malam dan kawanan Bintang mempertemukan Bulan dengan calon jodohnya...
Yang pertama berupa batu besar yang kokoh...
"Siapa kamu?" tanya Bulan
"Aku adalah Asteroid, badanku besar dan perkasa. Aku akan melindungimu selalu, dan kita akan menciptakan asteroid-asteroid kecil pelindung Alam Semesta!" jawab Asteroid dengan lantang
Bulan menggelengkan kepala, serentak Angin Malam menghembuskan nafasnya dengan kencang, menghembuskan Asteroid kembali ke angkasa malam...
Yang kedua berupa serbuk-serbuk berkilauan...
"Siapa kamu?" tanya Bulan
"Aku adalah Serbuk Jupiter, badanku mungkin tampak lemah tapi mematikan. Aku akan membungkusmu dengan hangat, dan dengan kilau serbukku ini cahayamu akan kupantulkan jauh jauh ke luar Angkasa." jawab Serbuk Jupiter sambil tersenyum kilaunya
Bulan menggelengkan kepala, serentak Angin Malam menghembuskan nafasnya dengan kencang, menghembuskan Serbuk Jupiter kembali ke Sabuk Jupiter rumahnya...
Berbagai calon yang datang, tidak ada yang menaklukkan hati Bulan.
Angin Malam dan kawanan Bintang berkerumun memulai pembicaraan yang membuat telinga Bulan gatal...
"Kenapa...?"
"Bulan yang cantik nan menawan, kenapa kamu menolak semua calonmu? Siapa kah yang kau inginkan?" tanya Angin Malam
"Aku ingin berada disini, disamping Bumi... Dialah yang kucintai... Walaupun jarak sangat jauh, dan mungkin saja dia tidak memperhatikan aku, tidak tahu kalau aku ada..." Bulan menatap Bumi dengan sayang...
"Dia tahu kalau kamu ada Bulan! Tapi dengan Bumi?? Dia sudah banyak cacat, banyak bakteri munafik yang dia pelihara dipermukaan kulitnya. Banyak gas-gas yang dia semburkan menyampahi langit! Wajahnya pun tidak ada bagus-bagusnya sama sekali!" protes dari kawanan Bintang.
"Bulan harus dengan Bulan! Itu lebih pastinya!" Kata Angin Malam tegas, "Bulan! Kamu sangat cantin nan menawan, hanya Bulan lain yang layak meminangmu, bukan Bumi yang berwajah busuk seperti itu. Cantik untuk yang cantik, kalian akan menjadi pasangan serasi di seluruh angkasa semesta!"
Apa yang akan terjadi pada Bulan bila dia terus memilih Bumi?
Apa yang akan terjadi pada Bulan bisa dia memilih Bulan lain?
Beritahu aku akan kefisikan dan kepantasan
Hal ini sungguh membuatku sangat pusing berkeputusan
Hai Bulan, apa yang akan kamu katakan padaku?
Bulan itu sedih... Bulan itu kesepian...
Angin Malam dan kawanan Bintang mempertemukan Bulan dengan calon jodohnya...
Yang pertama berupa batu besar yang kokoh...
"Siapa kamu?" tanya Bulan
"Aku adalah Asteroid, badanku besar dan perkasa. Aku akan melindungimu selalu, dan kita akan menciptakan asteroid-asteroid kecil pelindung Alam Semesta!" jawab Asteroid dengan lantang
Bulan menggelengkan kepala, serentak Angin Malam menghembuskan nafasnya dengan kencang, menghembuskan Asteroid kembali ke angkasa malam...
Yang kedua berupa serbuk-serbuk berkilauan...
"Siapa kamu?" tanya Bulan
"Aku adalah Serbuk Jupiter, badanku mungkin tampak lemah tapi mematikan. Aku akan membungkusmu dengan hangat, dan dengan kilau serbukku ini cahayamu akan kupantulkan jauh jauh ke luar Angkasa." jawab Serbuk Jupiter sambil tersenyum kilaunya
Bulan menggelengkan kepala, serentak Angin Malam menghembuskan nafasnya dengan kencang, menghembuskan Serbuk Jupiter kembali ke Sabuk Jupiter rumahnya...
Berbagai calon yang datang, tidak ada yang menaklukkan hati Bulan.
Angin Malam dan kawanan Bintang berkerumun memulai pembicaraan yang membuat telinga Bulan gatal...
"Kenapa...?"
"Bulan yang cantik nan menawan, kenapa kamu menolak semua calonmu? Siapa kah yang kau inginkan?" tanya Angin Malam
"Aku ingin berada disini, disamping Bumi... Dialah yang kucintai... Walaupun jarak sangat jauh, dan mungkin saja dia tidak memperhatikan aku, tidak tahu kalau aku ada..." Bulan menatap Bumi dengan sayang...
"Dia tahu kalau kamu ada Bulan! Tapi dengan Bumi?? Dia sudah banyak cacat, banyak bakteri munafik yang dia pelihara dipermukaan kulitnya. Banyak gas-gas yang dia semburkan menyampahi langit! Wajahnya pun tidak ada bagus-bagusnya sama sekali!" protes dari kawanan Bintang.
"Bulan harus dengan Bulan! Itu lebih pastinya!" Kata Angin Malam tegas, "Bulan! Kamu sangat cantin nan menawan, hanya Bulan lain yang layak meminangmu, bukan Bumi yang berwajah busuk seperti itu. Cantik untuk yang cantik, kalian akan menjadi pasangan serasi di seluruh angkasa semesta!"
Apa yang akan terjadi pada Bulan bila dia terus memilih Bumi?
Apa yang akan terjadi pada Bulan bisa dia memilih Bulan lain?
Beritahu aku akan kefisikan dan kepantasan
Hal ini sungguh membuatku sangat pusing berkeputusan
Hai Bulan, apa yang akan kamu katakan padaku?
Monday, July 28, 2008
Apakah bajingan itu, apakah anjing itu? Dia itu?
Jengkel dan lemas hati ini, kalau menjadi lemah kembali!
Apa itu trauma dan apa itu siksa? Kalau masa lalu itu ada??
Jika kulihat rupa itu, aku merasa kecewa dan cinta itu tertinggal
Harusnya belajar dari masa lalu bayang-bayangnya masih terasa
Ketakutan itu ada karena tanda tanya, benarkah? salahkah?
Apakah bajingan itu, apakah anjing itu? Dia itu?
Hatiku menangis, sedangkan mataku menerawang
Jantungku berdetak melukai relung dadaku
Dia sudah jauh tidak gangguku lagi, tidak temuiku lagi
Tetapi batin ini masih diganggu, dengan suara dan pikiran
Kesadaran diri, dinginkan pikiran, jangan terpengaruh!
Itu semua hanya semu, masa lalu itu sudah terjadi
Dan tidak mungkin akan terjadi di masa sekarang dan datang
Tidak terajut kembali, tidak dapat diurai lagi
Pikirkan semua keputusan itu adil dan benarnya
Kamu sudah berada di jalan yang benar sekarang!
Keputusan itu sudah final, tidak dan jangan kau jilat lagi!
Ingat alasan-alasan yang telah kau kobarkan!
Kenapa dia menawan hati dan pikiranku?
Kenapa dia berbuat kejam padaku?
Apa itu bahagiamu, apa itu keindahanmu?
Itukah kekuatanmu? Itukah keahlianmu?
Semua itu hanya kemelekatan terhadap nafsu fisik
Jangan pikirkan segala yang manis dan nikmat
Dibalik itu semuanya pahit dan sengsara
Biarkan dia berada didunianya, hiduplah diduniamu sendiri...
Apa itu trauma dan apa itu siksa? Kalau masa lalu itu ada??
Jika kulihat rupa itu, aku merasa kecewa dan cinta itu tertinggal
Harusnya belajar dari masa lalu bayang-bayangnya masih terasa
Ketakutan itu ada karena tanda tanya, benarkah? salahkah?
Apakah bajingan itu, apakah anjing itu? Dia itu?
Hatiku menangis, sedangkan mataku menerawang
Jantungku berdetak melukai relung dadaku
Dia sudah jauh tidak gangguku lagi, tidak temuiku lagi
Tetapi batin ini masih diganggu, dengan suara dan pikiran
Kesadaran diri, dinginkan pikiran, jangan terpengaruh!
Itu semua hanya semu, masa lalu itu sudah terjadi
Dan tidak mungkin akan terjadi di masa sekarang dan datang
Tidak terajut kembali, tidak dapat diurai lagi
Pikirkan semua keputusan itu adil dan benarnya
Kamu sudah berada di jalan yang benar sekarang!
Keputusan itu sudah final, tidak dan jangan kau jilat lagi!
Ingat alasan-alasan yang telah kau kobarkan!
Kenapa dia menawan hati dan pikiranku?
Kenapa dia berbuat kejam padaku?
Apa itu bahagiamu, apa itu keindahanmu?
Itukah kekuatanmu? Itukah keahlianmu?
Semua itu hanya kemelekatan terhadap nafsu fisik
Jangan pikirkan segala yang manis dan nikmat
Dibalik itu semuanya pahit dan sengsara
Biarkan dia berada didunianya, hiduplah diduniamu sendiri...
Tuesday, July 15, 2008
EGOIS
Hanya ingin merasakan namun tidak ingin bertanggung jawab
Hanya memberikan hasrat tanpa memikirkan segala akibat
Ah... kepala penat tak terasa semua menjadi lelah dan berat
Hanya ingin menghirup wewangian tubuh itu tanpa kecuali
Hanya mengecup pipi tanpa memberikan pancingan untuk lebih
Ah... lama-lama aku yang terhanyut dalam rasa itu sendiri
Ada monster yang mendekam dalam tubuhku
Dia mulai memberontak keluar dan mengaum
Dia berbahaya, bahkan bagi diriku sendiri
Karenaku tak dapat mengontrolnya diluar tubuh
Aku menekan dan menekan supaya dia tidak keluar
Aku memberinya kunci dan berharap akan selalu terkunci
Monster itu ingin menyakitiku dengan memberikan nikmat
Nikmat yang akan membuatku jatuh ke jurang yang terjal
EGOIS...
Hanya memberikan hasrat tanpa memikirkan segala akibat
Ah... kepala penat tak terasa semua menjadi lelah dan berat
Hanya ingin menghirup wewangian tubuh itu tanpa kecuali
Hanya mengecup pipi tanpa memberikan pancingan untuk lebih
Ah... lama-lama aku yang terhanyut dalam rasa itu sendiri
Ada monster yang mendekam dalam tubuhku
Dia mulai memberontak keluar dan mengaum
Dia berbahaya, bahkan bagi diriku sendiri
Karenaku tak dapat mengontrolnya diluar tubuh
Aku menekan dan menekan supaya dia tidak keluar
Aku memberinya kunci dan berharap akan selalu terkunci
Monster itu ingin menyakitiku dengan memberikan nikmat
Nikmat yang akan membuatku jatuh ke jurang yang terjal
EGOIS...
Monday, June 23, 2008
World In the Closet 2
Sambil iseng si Satin mengintip dari balik pintu lemari
Mengawasi lemari di seberang sana, yang tampaknya...
Ah benar, dia membukakan pintunya lebar-lebar...
Si kemeja biru tua melihat si satin dan melambaikan lengannya
"Ah... senyuman itu... Aku jatuh cinta..." benak Satin
Satin tersenyum dan melambai kembali kepada kemeja biru tua
sedangkan dia menyembunyikan lengannya yang satu
Untuk menutupi noda kopinya yang tidak bisa hilang
"Noda kopi itu mulai memudar, namun akan tetap ada..."
Pikir si Satin putih
"Dia melambaikan lengan padamu, apa yang akan kamu lakukan?"
Tanya T-shirt dengan lagak dewasa
"Aku... aku ingin ke sana..." Satin membulatkan tekad
"Pergilah ke sana..." T-shirt mengatakan dengan hambar
"Kamu benar-benar ingin melangkah ke lemari sebrang?" tanya kaos kerah merah
"Aku benar-benar ingin ke sana..." tekad Satin sambil menguatkan diri
"... baiklah..." kata kaos merah dengan hambar pula
Ketika Satin melangkah maju, tiba-tiba kedua pintu lemari menutup menahan Satin pergi
"Kenapa? Kenapa kalian tidak ingin aku pergi?" Satin bertanya kebingungan
"Kamu tidak bisa pergi kesana." sahut jendela pintu sebelah kanan dengan bijak, "Tidak sepadan dengan pengorbananmu bersusah payah menuju kesana. Apa yang akan dilihat oleh yang lain, lemari-lemari lain terhadap dirimu."
"Jangan kamu yang ke sana Satin, kamu memiliki kelas, kamu memiliki gaya! Sudah seharusnya dia atau siapa pun yang datang kepadamu, bukan kamu yang datang kepadanya!" sahut jendela pintu sebelah kiri dengan sedikit tekanan.
Si kemeja biru menatap hampa, tidak jelas apa maksud tatapan tersebut
Apakah dia kecewa? Apakah dia merasa dibohongi? Apakah dia hanya merasa... biasa?
Si Satin melihat di celah sempit antara kedua jendela pintu sambil berlinang air mata
Apakah dia kecewa? Apakah dia merasa dibodohi? Apakah dia hanya merasa... sedih?
Ini bukan Romeo dan Juliet
Si Satin memperhatikan noda kopinya yang mulai memudar, namun akan tetap berada disana...
Mengawasi lemari di seberang sana, yang tampaknya...
Ah benar, dia membukakan pintunya lebar-lebar...
Si kemeja biru tua melihat si satin dan melambaikan lengannya
"Ah... senyuman itu... Aku jatuh cinta..." benak Satin
Satin tersenyum dan melambai kembali kepada kemeja biru tua
sedangkan dia menyembunyikan lengannya yang satu
Untuk menutupi noda kopinya yang tidak bisa hilang
"Noda kopi itu mulai memudar, namun akan tetap ada..."
Pikir si Satin putih
"Dia melambaikan lengan padamu, apa yang akan kamu lakukan?"
Tanya T-shirt dengan lagak dewasa
"Aku... aku ingin ke sana..." Satin membulatkan tekad
"Pergilah ke sana..." T-shirt mengatakan dengan hambar
"Kamu benar-benar ingin melangkah ke lemari sebrang?" tanya kaos kerah merah
"Aku benar-benar ingin ke sana..." tekad Satin sambil menguatkan diri
"... baiklah..." kata kaos merah dengan hambar pula
Ketika Satin melangkah maju, tiba-tiba kedua pintu lemari menutup menahan Satin pergi
"Kenapa? Kenapa kalian tidak ingin aku pergi?" Satin bertanya kebingungan
"Kamu tidak bisa pergi kesana." sahut jendela pintu sebelah kanan dengan bijak, "Tidak sepadan dengan pengorbananmu bersusah payah menuju kesana. Apa yang akan dilihat oleh yang lain, lemari-lemari lain terhadap dirimu."
"Jangan kamu yang ke sana Satin, kamu memiliki kelas, kamu memiliki gaya! Sudah seharusnya dia atau siapa pun yang datang kepadamu, bukan kamu yang datang kepadanya!" sahut jendela pintu sebelah kiri dengan sedikit tekanan.
Si kemeja biru menatap hampa, tidak jelas apa maksud tatapan tersebut
Apakah dia kecewa? Apakah dia merasa dibohongi? Apakah dia hanya merasa... biasa?
Si Satin melihat di celah sempit antara kedua jendela pintu sambil berlinang air mata
Apakah dia kecewa? Apakah dia merasa dibodohi? Apakah dia hanya merasa... sedih?
Ini bukan Romeo dan Juliet
Si Satin memperhatikan noda kopinya yang mulai memudar, namun akan tetap berada disana...
Saturday, June 14, 2008
need not some bullshit
Dang!
It feel good... good for nothing I guess
When I look to the sky is so blinding me
If I can grab the clouds then it'll come true?
bullshit then?
"wat if I do whatever consequences
even i must drop my integrity
do evry thing so beautifully unseen
whilst even a donkey know it
why then, a MAN cant see it true his feeling?"
It feel good... good for nothing I guess
When I look to the sky is so blinding me
If I can grab the clouds then it'll come true?
bullshit then?
"wat if I do whatever consequences
even i must drop my integrity
do evry thing so beautifully unseen
whilst even a donkey know it
why then, a MAN cant see it true his feeling?"
Thursday, June 5, 2008
World In the Closet
"Aku lah baju satin yang tidak begitu menonjol, tidak begitu cantik"
kata baju satin berwarna putih lembut
"Kamu adalah baju satin yang indah dan menarik kok..."
kata kaos T-shirt olahraga berwarna cerah
"Terima kasih, tapi aku memiliki bekas noda kopi di ujung lenganku..."
si baju satin menunjukkan ujung lengannya yang memiliki bekas kopi
"Tidak ada masalah, kamu tetap indah dan menarik serta kualitas kainmu tidak berkurang"
kata kaos T-shirt berterus terang
Suatu ketika Lemari di seberang terbuka, ada kemeja berwarna biru tua. Si Satin dan Kemeja biru tua saling berpandangan. Kemeja biru tua itu tersenyum pada Baju satin, si baju satin tersipu-sipu. Baju satin itu ingin sekali dipakai dan dipasangkan oleh kemeja biru tua yang tampak elegan.
"Kenapa Satin? Wajahmu tersipu-sipu malu, dan akhir-akhir ini kamu sangat bahagia."
tanya kaos T-shirt olahraga berwarna cerah
"Aku merasa jatuh cinta pada senyuman si kemeja biru tua di seberang lemari sana"
jawab Satin jujur
"Kemeja biru mana? Dia di lemari seberang sana, kamu jarang dapat melihatnya."
kaos T-shirt berusaha melihat keluar dari lemari ke lemari seberang sambil cemburu.
"Kami berjanji saling bertatap lagi, namun entah kapan lemari ini dan lemari seberang akan terbuka..." sahut Satin sedih
"Lihatlah aku Satin, aku juga ingin sekali berpasangan denganmu kelak ketika aku dan kau keluar bersama. Aku bukan sembarang T-shirt, kainku adalah katun berkualitas dari Mesir, aku tidak kalah dengan Kemeja Biru Tua yang ber-merk itu" bujuk T-shirt
"Aku tahu kok, aku merasa tidak percaya bisa melihatnya. Padahal aku ini apa? Baju satin yang sudah lama tidak keluar dari lemari, karena pemilikku tidak suka dengan noda kopi di lengan bajuku." keluh Satin.
"Apa aku bermimpi dapat melihat si Kemeja Biru Tua itu lagi?" keluh Satin.
"Satin, aku juga melihatmu, aku merasa kamu tidak kurang suatu apa." kata pendatang baru, kaos berkerah warna merah.
"Terimakasih kaos Merah..." ujar Satin
"Satin, bagaimana dengan diriku? Apa aku tidak bisa membantumu?" kata T-shirt.
"Teman-teman, entah kenapa, seperti apa bahan Kemeja Biru Tua sehingga dia bisa tampak kemilau di mataku... Aku bisa menyentuhmu T-shirt, aku tau kainmu sangat halus dan berkualitas. kaos Merah, kamu sangat menyenangkan dan baik semua tercermin dalam bahan kainmu. Namun maafkan aku kalau aku sangat angkuh dan egois untuk meraba kain Kemeja Biru Tua..." jelas Satin. "Aku tidak peduli bila noda kopi di lenganku tidak layak bersanding dengan Kemeja Biru Tua... Setidaknya aku bolehlah jadi temannya..."
T-shirt dan kaos Merah hanya melihat Satin dengan keheranan...
kata baju satin berwarna putih lembut
"Kamu adalah baju satin yang indah dan menarik kok..."
kata kaos T-shirt olahraga berwarna cerah
"Terima kasih, tapi aku memiliki bekas noda kopi di ujung lenganku..."
si baju satin menunjukkan ujung lengannya yang memiliki bekas kopi
"Tidak ada masalah, kamu tetap indah dan menarik serta kualitas kainmu tidak berkurang"
kata kaos T-shirt berterus terang
Suatu ketika Lemari di seberang terbuka, ada kemeja berwarna biru tua. Si Satin dan Kemeja biru tua saling berpandangan. Kemeja biru tua itu tersenyum pada Baju satin, si baju satin tersipu-sipu. Baju satin itu ingin sekali dipakai dan dipasangkan oleh kemeja biru tua yang tampak elegan.
"Kenapa Satin? Wajahmu tersipu-sipu malu, dan akhir-akhir ini kamu sangat bahagia."
tanya kaos T-shirt olahraga berwarna cerah
"Aku merasa jatuh cinta pada senyuman si kemeja biru tua di seberang lemari sana"
jawab Satin jujur
"Kemeja biru mana? Dia di lemari seberang sana, kamu jarang dapat melihatnya."
kaos T-shirt berusaha melihat keluar dari lemari ke lemari seberang sambil cemburu.
"Kami berjanji saling bertatap lagi, namun entah kapan lemari ini dan lemari seberang akan terbuka..." sahut Satin sedih
"Lihatlah aku Satin, aku juga ingin sekali berpasangan denganmu kelak ketika aku dan kau keluar bersama. Aku bukan sembarang T-shirt, kainku adalah katun berkualitas dari Mesir, aku tidak kalah dengan Kemeja Biru Tua yang ber-merk itu" bujuk T-shirt
"Aku tahu kok, aku merasa tidak percaya bisa melihatnya. Padahal aku ini apa? Baju satin yang sudah lama tidak keluar dari lemari, karena pemilikku tidak suka dengan noda kopi di lengan bajuku." keluh Satin.
"Apa aku bermimpi dapat melihat si Kemeja Biru Tua itu lagi?" keluh Satin.
"Satin, aku juga melihatmu, aku merasa kamu tidak kurang suatu apa." kata pendatang baru, kaos berkerah warna merah.
"Terimakasih kaos Merah..." ujar Satin
"Satin, bagaimana dengan diriku? Apa aku tidak bisa membantumu?" kata T-shirt.
"Teman-teman, entah kenapa, seperti apa bahan Kemeja Biru Tua sehingga dia bisa tampak kemilau di mataku... Aku bisa menyentuhmu T-shirt, aku tau kainmu sangat halus dan berkualitas. kaos Merah, kamu sangat menyenangkan dan baik semua tercermin dalam bahan kainmu. Namun maafkan aku kalau aku sangat angkuh dan egois untuk meraba kain Kemeja Biru Tua..." jelas Satin. "Aku tidak peduli bila noda kopi di lenganku tidak layak bersanding dengan Kemeja Biru Tua... Setidaknya aku bolehlah jadi temannya..."
T-shirt dan kaos Merah hanya melihat Satin dengan keheranan...
Tuesday, June 3, 2008
I'm no lady hunter
Kubermimpi dicium dia, terbangun pun hilang
Kubermimpi dipeluk dia, itu pun bayangan semu
Sampai hatiku runtuh pun, itu hanya akan menjadi bunga dalam kiasan
Kubenci diriku yang angkuh dan merasa gengsi untuk merendahkan diri
Mengalah bukan berarti kalah, tetapi kalau aku mengalah kelemahanku terbaca
Hanya sekali ini kumerasa di medan perang perasaanku sendiri
Namun aku tidak dapat menguasai medan dengan baik dan benar
Aku bukan pemburu yang mencari dan menembak sasaran untuk mendapatkannya
Aku bukan pelari yang baik untuk mengejar dan menangkap seseorang
Kenapa dunia sekarang sudah berbalik norma dan etikanya?
Keseimbangan melihat etisnya tindakan yang dilakukan oleh gender berbeda
Sepertinya belum ada dalam kamusku untuk melampaui perasaan salah itu
Berdiam diri juga tidak ada gunanya, hanya berdiri angkuh
Memperlihatkan watak berhati-hati saja, kaku dan bergeming
Apa kah itu akan menjadi bumerang? Atau melanggar kodrat akan salah?
Aku bukan pemburu, layaknya seorang pria yang bertindak 1 langkah lebih maju
Untuk mendapatkan mangsa yang sudah dibidik dari jauh, untuk segigit kebahagiaan
Aku bukan penembak ulung, layaknya seorang pria yang mengincar dari jauh
Untuk mematikan langkah lawan yang sudah terbaca dari jauh, untuk memperoleh kemenangan
Aku hanya seorang wanita, yang mampu memberikan tanda-tanda
Untuk meraih perhatiannya, untuk setitik pencerahan dan keindahan
Aku hanya seorang wanita, yang memancing perasaan akrab dan dekat
Untuk memperoleh ketulusannya, untuk memperoleh kehangatan jiwa
Salah kah aku bertindak sebagaimana wanita?
Apakah tindakanku itu kuno?
Apakah ada pilihan lain?
Maju berperang aku akan mampu, menunjukkan itikad, menunjukan perjuangan
Maju mengejar hati yang berlari, menunjukkan apa?
Kubermimpi dipeluk dia, itu pun bayangan semu
Sampai hatiku runtuh pun, itu hanya akan menjadi bunga dalam kiasan
Kubenci diriku yang angkuh dan merasa gengsi untuk merendahkan diri
Mengalah bukan berarti kalah, tetapi kalau aku mengalah kelemahanku terbaca
Hanya sekali ini kumerasa di medan perang perasaanku sendiri
Namun aku tidak dapat menguasai medan dengan baik dan benar
Aku bukan pemburu yang mencari dan menembak sasaran untuk mendapatkannya
Aku bukan pelari yang baik untuk mengejar dan menangkap seseorang
Kenapa dunia sekarang sudah berbalik norma dan etikanya?
Keseimbangan melihat etisnya tindakan yang dilakukan oleh gender berbeda
Sepertinya belum ada dalam kamusku untuk melampaui perasaan salah itu
Berdiam diri juga tidak ada gunanya, hanya berdiri angkuh
Memperlihatkan watak berhati-hati saja, kaku dan bergeming
Apa kah itu akan menjadi bumerang? Atau melanggar kodrat akan salah?
Aku bukan pemburu, layaknya seorang pria yang bertindak 1 langkah lebih maju
Untuk mendapatkan mangsa yang sudah dibidik dari jauh, untuk segigit kebahagiaan
Aku bukan penembak ulung, layaknya seorang pria yang mengincar dari jauh
Untuk mematikan langkah lawan yang sudah terbaca dari jauh, untuk memperoleh kemenangan
Aku hanya seorang wanita, yang mampu memberikan tanda-tanda
Untuk meraih perhatiannya, untuk setitik pencerahan dan keindahan
Aku hanya seorang wanita, yang memancing perasaan akrab dan dekat
Untuk memperoleh ketulusannya, untuk memperoleh kehangatan jiwa
Salah kah aku bertindak sebagaimana wanita?
Apakah tindakanku itu kuno?
Apakah ada pilihan lain?
Maju berperang aku akan mampu, menunjukkan itikad, menunjukan perjuangan
Maju mengejar hati yang berlari, menunjukkan apa?
Monday, June 2, 2008
Jealousy Pitiful... Tats SICK...
Being jealous without permission
tats sick...
Feeling tats i'm just a pitiful person
tats sick...
Dont want to thinking about... *cant talk*
Dont want to dare my self to... *cant talk*
Is it a blunder that I made?
Is it a growling pain tat I suffer from...? *can't talk*
Is it just me then?
Is it wrong choice to like...? *can't talk*
I'm a free person, why do I deserve this?
I'm a free heart, why do I feel being jail?
Tis warmness killing me...
Tis excitement torturing me...
I hate this feeling already...
I hate wats in my mind already..
Tats SICK... I need something to ease my stupid hurting mind...
Of course by not reminding... *cant talk*
tats sick...
Feeling tats i'm just a pitiful person
tats sick...
Dont want to thinking about... *cant talk*
Dont want to dare my self to... *cant talk*
Is it a blunder that I made?
Is it a growling pain tat I suffer from...? *can't talk*
Is it just me then?
Is it wrong choice to like...? *can't talk*
I'm a free person, why do I deserve this?
I'm a free heart, why do I feel being jail?
Tis warmness killing me...
Tis excitement torturing me...
I hate this feeling already...
I hate wats in my mind already..
Tats SICK... I need something to ease my stupid hurting mind...
Of course by not reminding... *cant talk*
Thursday, May 29, 2008
AH! sebel... (T-T)
Don't you realize, I'm smiling when i read your words?
Please send me more, i'm going to addicted by those words
I hate it when this feeling is poisoned me, I'm going crazy
It does feel like first love, and I'm afraid that I'm lost
Please don't be too shy, I know you can show me better than that
We dont see each other, yet this mind always seeing you
I feel so drown with all heart thing trying to demolish my wall
I need cure to all these viruses that flowing in my veins
No more ms. cold bloody heart, since when I can be so warm?
I thought that was fast, and I thought it was dream
Still I can't deny, there's something is going on in my chest
Why is my silly me can't stop stomping, smiling, and blinding?
I hate it when my mind is crossing the limit I settled
I'm worrying... Does someone know what I feel right now?
Please dont fool around, don't moving to another places
It's hard to believe is it forever or just now...
Keep your word then I can a little bit safe
I'll wait, whatever consequences I must take
Please send me more, i'm going to addicted by those words
I hate it when this feeling is poisoned me, I'm going crazy
It does feel like first love, and I'm afraid that I'm lost
Please don't be too shy, I know you can show me better than that
We dont see each other, yet this mind always seeing you
I feel so drown with all heart thing trying to demolish my wall
I need cure to all these viruses that flowing in my veins
No more ms. cold bloody heart, since when I can be so warm?
I thought that was fast, and I thought it was dream
Still I can't deny, there's something is going on in my chest
Why is my silly me can't stop stomping, smiling, and blinding?
I hate it when my mind is crossing the limit I settled
I'm worrying... Does someone know what I feel right now?
Please dont fool around, don't moving to another places
It's hard to believe is it forever or just now...
Keep your word then I can a little bit safe
I'll wait, whatever consequences I must take
Wednesday, May 28, 2008
Kupenuhi Diriku Dengan Rasa Bahagia
Apa yang kupikirkan saat ini?
Dirimu kah? Dikau kah?
Siapa yang kunantikan kehadirannya?
Kamu kah? Engkau kah?
Bisa gila kalau membiarkan gelenyar bahagiaku
Merasuki tubuh dan pikiran melayang sejauhku
Kutahan diriku berpuas diri dan tersenyumku
Namun 'ku selalu senyum bila ada jawabnya untukku
Seorang pelari mendapatkan batunya
Dimana dia ingin terus berdiam, seandainya
Waktu berbaik hati, dan nasib memihakku
Biarkan jalan itu menujuku, memberiku waktu
Apakah kamu yang kuinginkan untuk selalu?
Apakah kamu yang akan mendukungku selalu?
Apakah kamu yang akan menjadikanku untukmu?
Apakah kamu juga berpikir sama denganku?
Apa yang kupikirkan saat ini?
Dirimu kah? Dikau kah?
Siapa yang kunantikan kehadirannya?
Kamu kah? Engkau kah?
Dirimu kah? Dikau kah?
Siapa yang kunantikan kehadirannya?
Kamu kah? Engkau kah?
Bisa gila kalau membiarkan gelenyar bahagiaku
Merasuki tubuh dan pikiran melayang sejauhku
Kutahan diriku berpuas diri dan tersenyumku
Namun 'ku selalu senyum bila ada jawabnya untukku
Seorang pelari mendapatkan batunya
Dimana dia ingin terus berdiam, seandainya
Waktu berbaik hati, dan nasib memihakku
Biarkan jalan itu menujuku, memberiku waktu
Apakah kamu yang kuinginkan untuk selalu?
Apakah kamu yang akan mendukungku selalu?
Apakah kamu yang akan menjadikanku untukmu?
Apakah kamu juga berpikir sama denganku?
Apa yang kupikirkan saat ini?
Dirimu kah? Dikau kah?
Siapa yang kunantikan kehadirannya?
Kamu kah? Engkau kah?
Tuesday, May 27, 2008
Membuang Ingatan
Ketika saat ini aku berbahagia
Ketika saat ini aku bersenyum
Kadang saat lampau itu ada
Kadang saat lampau itu datang
Sebesar apa tubuhku ini, tidak lebih dari daging
Yang mudah terluka, tersayat, atau terpukul
Sebesar apa ketegaran hatiku, tidak lebih dari sekepal jantungku
Yang berdetak kencang, serasa ingin meletus
Tidaklah menyehatkan tertidur dalam kegelapan masa lalu ku
Tidaklah menyenangkan membuka mata dalam mimpi kelam ku
Ingin kubuang masa-masa itu, masa-masa keburukan itu
Ingin kubuang masa-masa itu, masa-masa kejatuhanku itu
Seandainya bisa, kubuang ingatan itu
Seandainya bisa, membuat hidup pikiranku lebih bersih
Ketika saat ini aku bersenyum
Kadang saat lampau itu ada
Kadang saat lampau itu datang
Sebesar apa tubuhku ini, tidak lebih dari daging
Yang mudah terluka, tersayat, atau terpukul
Sebesar apa ketegaran hatiku, tidak lebih dari sekepal jantungku
Yang berdetak kencang, serasa ingin meletus
Tidaklah menyehatkan tertidur dalam kegelapan masa lalu ku
Tidaklah menyenangkan membuka mata dalam mimpi kelam ku
Ingin kubuang masa-masa itu, masa-masa keburukan itu
Ingin kubuang masa-masa itu, masa-masa kejatuhanku itu
Seandainya bisa, kubuang ingatan itu
Seandainya bisa, membuat hidup pikiranku lebih bersih
Sunday, May 18, 2008
kenyataan PAHIT... Manusia berkepala ANjing
Gimana caranya mendengar dan melihat dari sudut pandang pria
Susah dan sulit dimasukan akal, menimbang pria adalah manusia logika
Tetapi beberapa kegiatan pria itu sendiri tidak dapat masuk ke logika
Apalagi logika wanita... Yah, toh namanya juga sudah berbeda jenis...
Susah sekali memahami pikiran dan gerak-gerik pria, satu saja sulit
Apalagi memahami beberapa orang sekaligus!
Bukan fakta namun dari pengamatan... hanya mendengarkan...
Knyataan pahit seorang pria dan gerombolannya
Ketika teman pria bilang, dulu aku sering bermain, i'm a player!
Aku langsung membayangkan ego pria yang menciptakan harem, gundik, selir
Namun itu memang terjadi, mantan pacarnya juga pemain
Mereka telah sehidup-semati sekarang, apakah itu setia?
Walaupun mereka sama-sama sudah mencicipi dan dicicipi oleh orang lain?
Apakah itu berarti pria itu jahat?
Tidak, hanya sebatas teman
Ketika teman pria bilang, aku sering pergi 'pakai' cewek
"waktu itu aku nggak punya pacar loh, dan nggak nyari klo udah punya pacar"
Aku tidak mengerti, bagaimana perasaan cewek/cowok yang tau fakta itu?
Fakta bahwa pasangannya sudah dicicipi oleh orang lain?
Apakah orang seperti itu hina?
Apakah orang seperti itu layak disebut manusia?
Ketika teman pria bilang, aku pernah selingkuhin pacarku
"Nggak masalah kok klo kami para cowok saling bercerita selingkuhannya"
Apa mereka bangga? Bisa punya pacar lebih dari satu itu bangga?
Apa yang mereka peroleh dari situ? Kesenangan duniawikah?
Walaupun pacar itu bukan berarti pasangan hidup,
Namun komitmen seperti apa yang menjadikannya menjijikkan seperti itu?
Kami para wanita merasa sangat terhina bila kalian para lelaki tertawa terbahak-bahak
Sambil bercerita tentang berapa banyak cewek yang sudah mereka cicipi
Sambil bercerita tentang berapa banyak selingkuhan yang mereka pelihara
Sambil bercerita tentang berapa kali mereka pacaran dan kecantikan mantannya
Dibelakang pacar mereka... dibelakang wanita yang pernah mereka kejar dan diberi cap di dahi "milikku, jangan ganggu, jangan sentuh!"
Aku bertanya, apa yang mereka peroleh dari hal tersebut?
Bagaimana kalo hal tersebut menjadi pemicu kami para wanita berbuat sama?
Walaupun tau hal tersebut merugikan kami 1000x jauh lebih berat...
Karena pria bertingkah seperti anjing, apa kami juga harus menjadi anjing?
Hanya anjing yang mendapat anjing...
Anjing dapat kita beri kalung dan rantai, sayang...
Pria tidak dapat kita kurung dan merantainya dengan besi
Pria bodoh untuk wanita bodoh
Akal yang sehat sudah menjadi otak ayam
Yang bisanya makan, bertelor, dan kawin
Padahal kita adalah manusia yang memiliki akal budi, dan hati nurani
Masa tidak bisa membedakan kelakuan anjing dan manusia...
Tubuh mungkin manusia, tapi kepalanya sudah menjadi hewan
Hewan apa pun yang tidak memiliki hati nurani...
Aku masih mencari kenyataan indah untuk menutup yang pahit
Namun tidak bisa lagi ditutupi, hanya menjadi penyangkalan dan pembodohan diri
Kenyataan itu menyakitkan, apa pun itu pasti ada ...
Kenyataan itu menyembuhkan, hanya sedikit...
Susah dan sulit dimasukan akal, menimbang pria adalah manusia logika
Tetapi beberapa kegiatan pria itu sendiri tidak dapat masuk ke logika
Apalagi logika wanita... Yah, toh namanya juga sudah berbeda jenis...
Susah sekali memahami pikiran dan gerak-gerik pria, satu saja sulit
Apalagi memahami beberapa orang sekaligus!
Bukan fakta namun dari pengamatan... hanya mendengarkan...
Knyataan pahit seorang pria dan gerombolannya
Ketika teman pria bilang, dulu aku sering bermain, i'm a player!
Aku langsung membayangkan ego pria yang menciptakan harem, gundik, selir
Namun itu memang terjadi, mantan pacarnya juga pemain
Mereka telah sehidup-semati sekarang, apakah itu setia?
Walaupun mereka sama-sama sudah mencicipi dan dicicipi oleh orang lain?
Apakah itu berarti pria itu jahat?
Tidak, hanya sebatas teman
Ketika teman pria bilang, aku sering pergi 'pakai' cewek
"waktu itu aku nggak punya pacar loh, dan nggak nyari klo udah punya pacar"
Aku tidak mengerti, bagaimana perasaan cewek/cowok yang tau fakta itu?
Fakta bahwa pasangannya sudah dicicipi oleh orang lain?
Apakah orang seperti itu hina?
Apakah orang seperti itu layak disebut manusia?
Ketika teman pria bilang, aku pernah selingkuhin pacarku
"Nggak masalah kok klo kami para cowok saling bercerita selingkuhannya"
Apa mereka bangga? Bisa punya pacar lebih dari satu itu bangga?
Apa yang mereka peroleh dari situ? Kesenangan duniawikah?
Walaupun pacar itu bukan berarti pasangan hidup,
Namun komitmen seperti apa yang menjadikannya menjijikkan seperti itu?
Kami para wanita merasa sangat terhina bila kalian para lelaki tertawa terbahak-bahak
Sambil bercerita tentang berapa banyak cewek yang sudah mereka cicipi
Sambil bercerita tentang berapa banyak selingkuhan yang mereka pelihara
Sambil bercerita tentang berapa kali mereka pacaran dan kecantikan mantannya
Dibelakang pacar mereka... dibelakang wanita yang pernah mereka kejar dan diberi cap di dahi "milikku, jangan ganggu, jangan sentuh!"
Aku bertanya, apa yang mereka peroleh dari hal tersebut?
Bagaimana kalo hal tersebut menjadi pemicu kami para wanita berbuat sama?
Walaupun tau hal tersebut merugikan kami 1000x jauh lebih berat...
Karena pria bertingkah seperti anjing, apa kami juga harus menjadi anjing?
Hanya anjing yang mendapat anjing...
Anjing dapat kita beri kalung dan rantai, sayang...
Pria tidak dapat kita kurung dan merantainya dengan besi
Pria bodoh untuk wanita bodoh
Akal yang sehat sudah menjadi otak ayam
Yang bisanya makan, bertelor, dan kawin
Padahal kita adalah manusia yang memiliki akal budi, dan hati nurani
Masa tidak bisa membedakan kelakuan anjing dan manusia...
Tubuh mungkin manusia, tapi kepalanya sudah menjadi hewan
Hewan apa pun yang tidak memiliki hati nurani...
Aku masih mencari kenyataan indah untuk menutup yang pahit
Namun tidak bisa lagi ditutupi, hanya menjadi penyangkalan dan pembodohan diri
Kenyataan itu menyakitkan, apa pun itu pasti ada ...
Kenyataan itu menyembuhkan, hanya sedikit...
Saturday, May 3, 2008
Biro Jodoh
"pokoknya, aku harus dapet cowok yang tinggi, ganteng, body bagus, six packs, plus gentlemen lah!"
Rachel, menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tertawa-tawa. "Sall, nggak mungkin kamu bisa nemu cowok yang 100 persen sesuai dengan kriteria kamu."
"Nggak lah, aku bakal cari yang sesuai kriteriaku itu!" kata Sally ngotot, "kamu yang males nyarinya sih, klo nggak emang kamu sendiri nggak ambisius! Kamu tuh jelas-jelas lebih cantik dan tinggi dari aku, kamu juga putih, pinter, dan menyenangkan. Beda nggak kayak aku yang kebalikkannya kamu. Nah, jelas klo kamu lebih pantes dapet yang lebih-lebih lagi daripada kriteriaku kan, YOU deserve the best!"
Lucy juga berpikiran sama, dengan tampang pas-pasan, dia mentargetkan kriteria cowok idamannya setinggi langit. "Sama kayak Sally deh, tinggi, putih, kaya, ganteng, bodynya bagus, yah.. bukan masalah aku pantes ato nggak dapet cowok seperti itu. Kan sekedar idaman..."
Akhirnya Sally malah dapet cowok tinggi standar, wajah pas-pas an, dompet cukupan, badan kurus ceking, yang bertolak belakang dari yang dia inginkan.
"Nah, dulu kamu bilang ingin cowok yang begini begitu, terbukti kan klo aku bilang kamu nggak akan dapet 100 persen seperti yang kamu inginkan?" kata Rachel.
"Iya sih... tapi gimana ya? Aku sayang banget sama dia, dia orangnya baik, gentle sih, dan dia jujur banget sama aku, biarpun nggak romantis dia selalu ngertiin aku, bisa membagi waktunya untuk aku, keluarga, dan bekerja. Yang pasti dia bisa nyambung sama aku... Dia udah perfect buat aku."
Lucy justru dapet cowok anak orang kaya, body bagus, putih (untung Lucy juga putih jadi matching gitu loh), gentlemen pula, tapi mukanya nggak banget, standar paling bawah.
"Tadinya aku tuh bener-bener nggak suka Rach, biarpun dia kaya, mau beliin aku hape segala, bodynya oke, dsb... tapi secara fisik aku bener-bener nggak sreg loh. Yah ternyata aku tetap jatuh hati juga lama-lama... karena dia setia banget, tidak memandang rendah aku yang lebih miskin dari dia, dia juga mendukung aku kuliah, dia menghargai pe,ikiran-pemikiran aku, walaupun agak egois, dia masih memperhatikan hal-hal kecil yang aku sukai dan membuat kejutan untukku."
Ayo, ayo, kamu juga Rach, cari lah pacar impian mu, "Ah, bagaimana klo tidak dapet sesuai dengan kriteriaku?"
Kriteria kan cuma jadi prediksi saja, memang belum tentu bisa mendapat yang 100 persen sama seperti kriteriamu.
Apa sebagai cewek kita akan menerima semua cowok yang datang pada kita?
Apa mereka yang datang pasti layak dan hanya layak untuk kita?
Apa kita tidak boleh memberikan impian pasangan hidup ke dalam hidup kita?
Rachel...
Aku tidak pernah meminta banyak TUHAN... Yang kuinginkan hanya orang baik dan santun... Menghargai diriku apa adanya... setia pada diriku... dan pintar...
"Rach, masa kamu cuma suka yang baik, santun, setia, ama pintar doang? Klo standarmu terlalu rendah, nanti kamu dapetnya malah lebih rendah dari itu. Aku yang standarnya setinggi langit kan kamu sudah liat sendiri."
Ya, aku memang menyukai cowok yang tinggi, macho, bahkan mantan preman/bisa baku hantam (asal bukan aku yang dipukuli), dan inginnya malah harus memiliki mata elang. Ganteng mungkin relatif, sejauh mata ini menyukai itu tidak masalah...
"Kenapa aku memilih orang yang baik dan santun, itu menunjukan bahwa dia berpendidikan, dapat bersikap pada tempat dan jabatannya, bisa menunjukan rasa hormat pada orang tua dan orang yang layak dikaguminya, yang pasti baik dan sopan terhadap wanita."
"Setia, itu sudah jelas, siapa yang mau dicurangi, diselingkuhi, pada waktu nantinya hidup bersama untuk selamanya, karena pernikahan bukan permainan seperti waktu sebelum menikah ketika kita masih dapat memilih."
"Pintar, baik dalam berkata-kata, memikirkan solusi sebuah masalah, mengontrol emosi, mengontrol pikiran, berpikiran terbuka, mau kerja keras, mau diajak untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik dalam berbagai hal."
Untuk menjabarkan secara detil sangat susah, jadi jangan bilang standarku rendah kawan... aku sendiri benar-benar kesulitan mencari orang yang tepat 100 persen dengan yang aku inginkan.
Rachel, menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tertawa-tawa. "Sall, nggak mungkin kamu bisa nemu cowok yang 100 persen sesuai dengan kriteria kamu."
"Nggak lah, aku bakal cari yang sesuai kriteriaku itu!" kata Sally ngotot, "kamu yang males nyarinya sih, klo nggak emang kamu sendiri nggak ambisius! Kamu tuh jelas-jelas lebih cantik dan tinggi dari aku, kamu juga putih, pinter, dan menyenangkan. Beda nggak kayak aku yang kebalikkannya kamu. Nah, jelas klo kamu lebih pantes dapet yang lebih-lebih lagi daripada kriteriaku kan, YOU deserve the best!"
Lucy juga berpikiran sama, dengan tampang pas-pasan, dia mentargetkan kriteria cowok idamannya setinggi langit. "Sama kayak Sally deh, tinggi, putih, kaya, ganteng, bodynya bagus, yah.. bukan masalah aku pantes ato nggak dapet cowok seperti itu. Kan sekedar idaman..."
Akhirnya Sally malah dapet cowok tinggi standar, wajah pas-pas an, dompet cukupan, badan kurus ceking, yang bertolak belakang dari yang dia inginkan.
"Nah, dulu kamu bilang ingin cowok yang begini begitu, terbukti kan klo aku bilang kamu nggak akan dapet 100 persen seperti yang kamu inginkan?" kata Rachel.
"Iya sih... tapi gimana ya? Aku sayang banget sama dia, dia orangnya baik, gentle sih, dan dia jujur banget sama aku, biarpun nggak romantis dia selalu ngertiin aku, bisa membagi waktunya untuk aku, keluarga, dan bekerja. Yang pasti dia bisa nyambung sama aku... Dia udah perfect buat aku."
Lucy justru dapet cowok anak orang kaya, body bagus, putih (untung Lucy juga putih jadi matching gitu loh), gentlemen pula, tapi mukanya nggak banget, standar paling bawah.
"Tadinya aku tuh bener-bener nggak suka Rach, biarpun dia kaya, mau beliin aku hape segala, bodynya oke, dsb... tapi secara fisik aku bener-bener nggak sreg loh. Yah ternyata aku tetap jatuh hati juga lama-lama... karena dia setia banget, tidak memandang rendah aku yang lebih miskin dari dia, dia juga mendukung aku kuliah, dia menghargai pe,ikiran-pemikiran aku, walaupun agak egois, dia masih memperhatikan hal-hal kecil yang aku sukai dan membuat kejutan untukku."
Ayo, ayo, kamu juga Rach, cari lah pacar impian mu, "Ah, bagaimana klo tidak dapet sesuai dengan kriteriaku?"
Kriteria kan cuma jadi prediksi saja, memang belum tentu bisa mendapat yang 100 persen sama seperti kriteriamu.
Apa sebagai cewek kita akan menerima semua cowok yang datang pada kita?
Apa mereka yang datang pasti layak dan hanya layak untuk kita?
Apa kita tidak boleh memberikan impian pasangan hidup ke dalam hidup kita?
Rachel...
Aku tidak pernah meminta banyak TUHAN... Yang kuinginkan hanya orang baik dan santun... Menghargai diriku apa adanya... setia pada diriku... dan pintar...
"Rach, masa kamu cuma suka yang baik, santun, setia, ama pintar doang? Klo standarmu terlalu rendah, nanti kamu dapetnya malah lebih rendah dari itu. Aku yang standarnya setinggi langit kan kamu sudah liat sendiri."
Ya, aku memang menyukai cowok yang tinggi, macho, bahkan mantan preman/bisa baku hantam (asal bukan aku yang dipukuli), dan inginnya malah harus memiliki mata elang. Ganteng mungkin relatif, sejauh mata ini menyukai itu tidak masalah...
"Kenapa aku memilih orang yang baik dan santun, itu menunjukan bahwa dia berpendidikan, dapat bersikap pada tempat dan jabatannya, bisa menunjukan rasa hormat pada orang tua dan orang yang layak dikaguminya, yang pasti baik dan sopan terhadap wanita."
"Setia, itu sudah jelas, siapa yang mau dicurangi, diselingkuhi, pada waktu nantinya hidup bersama untuk selamanya, karena pernikahan bukan permainan seperti waktu sebelum menikah ketika kita masih dapat memilih."
"Pintar, baik dalam berkata-kata, memikirkan solusi sebuah masalah, mengontrol emosi, mengontrol pikiran, berpikiran terbuka, mau kerja keras, mau diajak untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik dalam berbagai hal."
Untuk menjabarkan secara detil sangat susah, jadi jangan bilang standarku rendah kawan... aku sendiri benar-benar kesulitan mencari orang yang tepat 100 persen dengan yang aku inginkan.
Subscribe to:
Posts (Atom)