Showing posts with label cerita-cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita-cerita. Show all posts

Monday, November 3, 2008

Manusia-manusia Masa Lalu

Pernahkah kau melihat dan memegang masa lalumu?
Pernahkah kau menyesal dan meratapi nasibmu?
Itu adalah perasaan sentimental semu yang membodohimu
Namun hal itu lah setan-setan selalu menyorongkan padamu

Lihatlah masa lalu terus dan terus, pikirkanlah
Tangisilah masa lalumu terus dan terus, rasakanlah
Tiada yang akan berubah kawan, tiada yang berarti
Karena waktu tidak bisa kita lawan, yang ada hanya kini

Katakanlah apa pun tentang diriku kawan
Aku tidak akan mempedulikanmu dan mengacuhkanmu
Apalah arti diriku bagimu, bila kau lihat apa-apa yang terjadi?
Apalah arti perkenalan ini, bila kau singkap tabir yang berdebu?

Ah... Aku mengerti kamu kawan, setan yang bertengger di kulit kepalamu
Hanya kamu lah yang memperhatikan yang telah berlalu dari orang-orang
Hanya kamu yang menghakimi orang-orang berdasarkan sejarah mereka itu
Hanya kamu yang hidup dalam masa lalumu, masa laluku, masa lalu orang

Lihatlah kami kawan, kami hidup untuk hari ini dan masa depan kami
Kami tidak pernah menengok ke belakang selain mensyukuri hidup ini
Semua yang telah terjadi adalah pembelajaran hidup dan pencerahan hati
Tidak pernah akan kami mengulang lagi rasa sakit di masa lalu yang sepi

Kami hanya akan diam dengan cemoohanmu dan ejekanmu terhadap masa lalu kami
Kami tidak akan beranjak pergi dan berlari bagai pengecut di siang hari
Kami hanya mengasihani dirimu yang tidak belajar dan tertinggal dari kami
Karena hanya kamu, kawan, yang berkutat dan berputar dalam lingkaran waktu

Hai manusia-manusia masa lalu, terlalu banyak kau berpikir yang telah terjadi
Hai manusia-manusia masa lalu, hentikanlah menggerutu dan menyesali waktu
Hai manusia-manusia masa lalu, tidaklah baik kau mengorek kejahatan orang bertobat
Hai manusia-manusia masa lalu, terbukalah pikiranmu untuk maju ke masa depan cerah

"Ku tidak meninggalkan masa lalu hanya untuk mempelajari, aku tidak tinggal di dalamnya hanya untuk penyesalan tiada guna..."

Tuesday, September 23, 2008

Skippy

Skippy itu bayi anjing yang katanya diberikan padaku, masa datang2 minta dikasi nama.
Aku kasi nama Skippy, tadinya dia kayak .... Krispy gitu.... keknya enak hahahaha...
Skippy karena warna bulunya coklat gelap. Sekarang sih masih banyak bulu bayinya.
Yang lucu, dia kayak pake kacamata, dua matanya ada lingkeran coklatnya.

Belum ada perkembangan lainnya sih, belum benar2 aktifitasnya aku tau
Habis karena mendadak ya terpaksanya di titipin ke teman yang memberiku anjing itu.
Skippy datang pas sekali aku mau pergi makan malam ultah temanku hahaha...
Jadi dia diajak ikut jalan-jalan... hmm... hahahaha.... *maunya ketawa terus*

Karena pantatnya itu loo... gedhe...
Tapi bakal jadi anjing gedhe sih katanya, dia kan campuran chow2.
Jadi nanti kayak beruang gitu kali ya?

anyway.. tis is his photo... ntar aku kasi photo yang lebih bagus ah... ini muka ngantuk semua, mana tempatnya di YEGE kan remang2 tuh...



Skippy bobok...



pantat Skippy

Friday, September 12, 2008

Sekelumit Itu Sedikit

"orang yang tau sekelumit itu banyak dan yang paling suka omongannya dibesar-besarkan,
orang yang tau banyak itu hanya sekelumit dan yang paling suka berdiam diri namun terus berisi"

"orang yang tau sekelumit itu langsung defensif untuk memposisikan dirinya dimana (sebagai orang yang lebih ahli atau lebih tau) dengan cara yang to the point dan agak berlebihan,
orang yang tau banyak ketika mereka mendengar hal-hal seperti itu mereka hanya akan tersenyum dan tertawa dalam hati"

"orang yang tau sekelumit merasa mereka sudah memahami segala macam hal, dan sok mengajari banyak orang yang mereka anggap tidak memiliki pengetahuan yang sama dengan mereka,
orang yang tau banyak tidak akan pelit dan memberikan pengetahuan kepada siapa pun yang mau menerima pengajaran mereka"

"orang yang tau sekelumit itu akan hanya menjadi sekelumit, karena dia sudah merasa hebat dengan segala kemampuannya sehingga sombong dan gengsi sendiri pada keahlian yang lebih tinggi,
orang yang tau banyak akan selalu membuka diri untuk terus mengembangkan diri mereka supaya selalu menjadi yang terbaik bagi orang lain dan diri sendiri..."

Jangan lah kita membodohi diri kita sendiri dihadapan orang lain hanya karena kita tidak faham dengan kapasitas diri sendiri.
Jangan lah kita menjadi tong kosong berbunyi nyaring, tampak besar berisi tapi diketok berbunyi kosong.
Jagalah mulutmu bukan pikiranmu, biarkan pikiranmu mengembara menuju wawasan ilmu yang lebih luas.

Karena menjadi orang yang tau sekelumit itu mudah ditebak sampai dimana bodohnya yang dia umbar sendiri.

Wednesday, September 3, 2008

Puspiptek-Serpong, Jakarta

Tanggal 27 Agustus 2008, aku ke Jakarta bersama dengan tim ristek. Tujuannya sih cuma presentasi proposal, aku juga nggak bayangin apa-apa gitu. Sampai di Jakarta ternyata aku bertemu ratusan peneliti di seluruh Indonesia. Mereka mengajukan berbagai macam penelitian, dari yang tehnik informasi, hankam, ketahanan pangan, kedokteran, dsb dsb...

Aku disitu merasa sangat kecil sekali, dan paling begooo banget. Kebanyakan orang hanya memikirkan egoisme diri sendiri, keinginan dan kebutuhan diri sendiri, mengambil apa yang disediakan oleh orang lain. Kupikir-pikir dulu pun aku juga seperti itu, sekarang juga masih kali asal nggak berlebihan deh (masih normal hahaha...).
Mereka menghabiskan waktu berjam-jam, memikirkan ide-ide baru untuk penelitian. Hasil-hasil penelitian tersebut diharapkan dapat membantu kemajuan bangsa. Penelitian-penelitian itu memiliki proses tidak mudah. Kalau zaman dahulu kemajuan bangsa-bangsa kuno, kuyakin berasal dari para pemikir yang selalu mencari ide-ide baru yang berguna. Sekarang dunia modern tentu saja para peneliti adalah seperti para pemikir zaman dahulu.

Aku merasa senang mendapat pengalaman baru, sekali ini baru pertama kalinya aku ke Puspiptek, Serpong-Jakarta. Di lahan yang sangat luas ini, terdapat berbagai macam gedung penelitian di masing-masing bidangnya. Bersama kurang lebih 500 peneliti lain yang mengajukan proposal penelitian mereka, kami menginap selama 3 hari 2 malam di wisma Puspiptek, sayang kamarnya kurang terawat dengan baik, kalau aku membahasakannya “seperti hotel bintang 1 yang agak ‘letheg’” (dalam bahasa Jawa, kucel).

Waktu presentasi aku dan teman-teman senior juga bertemu dengan banyak orang. Yang menarik, aku bertemu dengan seorang Laksamana bintang 1 Angkatan Laut. Sayangnya beliau tidak mengatakan namanya. Yang aku tahu malah Bpk. Rusmana, Letnan Rudy, dan Bpk. Budi. Mereka penelitian mengenai torpedo, mereka juga presentasi mengenakan seragam dinas AL mereka yang berwarna biru keabu-abuan. Dari situ aku juga tahu kalau AL di Indonesia memiliki 2 kapal selam, menurut mereka masih kurang, apalagi personil AL masih membutuhkan banyak perwira Angkatan Laut.

Lalu di ruang yang lain juga ada yang sedang presentasi penelitian obat-obatan, aku juga melihat beberapa orang dari Steamcell and Cancer Institute. Heran, dimana itu? Kenapa informasi mengenai tempat-tempat seperti itu sangat jarang di ekspos? Gara-gara TV hanya menampilkan sinetron gak guna, infotainment yang menyebalkan, serta berita-berita kekerasan dan kriminal terus-terusan. Kenapa dunia pendidikan tidak disorot, sehingga akan menarik banyak perhatian para peminat pendidikan?

Aku merasa yakin, orang Indonesia sendiri tidak bangga (mungkin) dengan kondisi bangsa dan negaranya sendiri, karena kita tidak pernah mengekspos kelebihan-kelebihan bangsa kita, walaupun masih jauh dari perkembangan di luar negeri, tapi bayangkan saja kita sudah memiliki pusat penelitian nuklir di Jakarta, Serpong-Puspiptek. Yang kita ekspos hanya gaya hidup yang hedonis, glamour; yang membuat orang-orang menjadi konsumtif, semakin depresi (karena tidak bisa memenuhi keinginan dari iming-iming hidup hedonis tersebut), serta kemiskinan yang membuat kita semakin terpuruk jiwa dan mentalnya karena sudah menganggap kita miskin dan tidak berdaya apa-apa lagi, hanya bisa meminta dan meminta (mental pengemis).

Aku bangga walaupun perkembangan Indonesia masih sangat sangat sangat lambat, namun dengan adanya Puspiptek saja aku sudah merasa, ”Indonesia have something”. Sudah saatnya Indonesia menyadari bahwa pendidikan itu penting.

Seandainya aku Presiden dan Punya Uang 100 Trilyun

Seandainya aku Presiden dan punya uang 100 Trilyun, pertama-tama aku akan menyekolahkan para pengangguran, mereka harus sekolah dengan sungguh-sungguh, sebagai imbalannya aku akan memberi mereka tempat makan dan tempat tinggal. Lalu selama 1-2 tahun mereka harus sudah memiliki keahlian khusus di bidangnya masing-masing (terutama untuk pembangunan, pertukangan, pertanian, agrobisnis, ekonomi, dan akuntansi).

Setelah itu, mereka bersama dengan seluruh keluarganya akan kubagi berkelompok-kelompok, 1 kelompok akan mencapai 200 orang. Mereka akan menjadi sebuah organisasi pembangunan daerah, lengkap dengan komponen organisasinya yaitu; ketua, wakilnya, sekretarisnya, bendaharanya, dan sek.bid masing-masing bidang keahlian. Masing-masing kelompok tersebut akan dikirim ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, mereka mendapatkan proyek-proyek. Aku akan memberikan dana pembangunan, bekerja sama dengan berbagai perusahaan negri maupun swasta dalam penyediaan bahan-bahan mereka. Lalu sebagai imbalannya mereka boleh beriklan dalam atribut pakaian yang dikenakan oleh para pekerja.

Nah, dalam proyek-proyek tersebut, mereka juga akan diberikan tempat tinggal dan kebutuhan pangannya untuk tahun pertama, serta gaji yang meningkat tiap bulannya untuk tahun pertama, serta gaji tetap pada tahun ke dua. Apabila mereka berhasil membangun jalan, gedung, rumah, pemukiman, atau apa pun salah satu bagian kota/daerah dimana mereka bekerja, mereka akan diberikan proyek pembangunan yang lainnya untuk mengembangkan daerah tersebut.
Rencanaku itu adalah untuk mengentaskan garis kemiskinan, dan pengangguran. Kalau orang ke Jakarta karena ingin bekerja, glamnya, kemewahannya. Setelah rencana itu dijalankan, di daerah-daerah juga akan memiliki glam, kemewahan, dan kemajuan dalam pembangunannya.

Tentu saja diimbangi dengan pendidikan, setiap keluarga yang mampu akan diberikan 1-2 anak didik dari keluarga tidak mampu. Sementara ayah/ibunya mendapat pelatihan 1-2 tahun dari pemerintah, anak-anak mereka akan mendapat tunjangan pendidikan dari menjadi anak didik keluarga yang mampu. Keluarga yang mampu wajib menyekolahkan hingga SMU (maksa ya?), anak didik wajib sekolah dengan rajin dan kesungguhan hati, bila terjadi penyimpangan maka hak anak didik akan dicabut. Untuk anak-anak jalanan, mereka juga sama mendapatkan program anak didik.
Rencanaku itu adalah untuk mengentaskan garis kebodohan, dan SDM yang lebih baik bagi bibit-bibit Indonesia.

Menyetop impor beras, menjual beras lokal dengan harga terjangkau bagi semua kalangan masyarakat, dan mengekspor beras dengan harga yang plus (sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang kita berikan). Kelebihan dari hasil ekspor tentu saja masuk ke keuangan negara untuk digunakan program diatas (program pembangunan negara menggunakan SDM masyarakat Indonesia yang terpadu) huehueheuheuhe....
Mengekspor hasil seni kriya, seni budaya Indonesia yang telah dipatenkan, sehingga para pengrajin tidak mengalami kantong kembung kempis karena rancunya permintaan terhadap barang.

Mengirimkan penari-penari daerah ke berbagai acara/lomba/festival kebudayaan nasional maupun internasional dengan memberikan honor yang sesuai. Melanggengkan seni budaya daerah di televisi-televisi lokal, sehingga kelestariannya terjaga (karena menghasilkan uang yang dapat memenuhi kebutuhan hidup para seniman tari tersebut).

Kalo ada uang sisa (kurang kali ye?) Mau buat museum seni budaya, berisi seluruh kebudayaan Indonesia, atau mengembangkan TMII selayaknya. Memberikan fasilitas bagi museum hewan di Sulsel (kalo gak salah ada..) supaya pelestarian hewan Indonesia tetap terjaga.

Para mentri yang tidak punya otak (alias cuma makan gaji buta) disingkirkan, diganti dengan para nasionalis dan patriot bangsa yang menginginkan bangsa ini maju. Para koruptor dihukum dipermalukan di seluruh stasiun televisi swasta lengkap dengan bukti-buktinya. Semua sel di Indonesia semua sama, nggak ada yang namanya sel VVIP. Biar takut mereka kalau masuk penjara.

Sepertinya itu dulu, hahaha... Karena saya percaya kalau masyarakat Indonesia yang terpenuhi kebutuhan sandang-pangannya, dengan diberikan pekerjaan dan gaji yang layak, mereka akan dengan senang hati membayar pajak, menghindari tindakan kriminal yang terdorong dari kemiskinan.

Lalu dengan berimbangnya pendidikan yang diperoleh, menjadikan manusia lebih beradab serta intelek. Mereka akan menjadi manusia-manusia berpikiran maju, mampu menciptakan ide-ide baru, serta dapat mengembangkan kemajuan bangsa.

Monday, August 25, 2008

my Louis... *in Memoir*

Aku punya anjing hitam, Kintamani, karena dibelikan rekan kerja waktu raker di Bali
Aku suka anjing... dan Louis adalah anjing yang manis...

Waktu kecil dia itu badannya kotor dan banyak luka, juga ada kutu-kutunya
Aku coba bersihin waktu di Bali, aku kasih mandi air hangat
Kucarikan susu dan makanan sesempat mungkin, karena dia sangat kurus dan khawatir dia mati diperjalanan

Dia suka sekali digendong, selalu tidur dipelukanku, dan bersuara lucu
Sekali itu dia selesai mandi, berlari-lari di kebun hotel, tidak sengaja tercebur di sungai kecil penuh dengan tanaman air. Bisa dibayangkan betapa paniknya aku kalau dia tenggelam...

Waktu pulang, langsung aku bawa ke dokter, supaya di vaksin
Sampai rumah kuberi minum susu dan makanan anjing sedikit-sedikit tapi sering
Dia cepat akrab dengan adik-adikku, suka menggigit bahkan sandal adikku menjadi korban

Dia pendiam, alias tidak suka menggonggong, tapi suaranya sangat lucu
Sebisa mungkin aku membersihkan badannya, kuberi bedak anti kutu dan dimandikan
dan diberi minyak kayu putih ("tahan ya nak, biar badanmu bersih, setelah kutunya pergi, kamu bisa jadi gemuk")

Melihat Louis makan dengan lahap membuat aku senang, apalagi dia cepat besar.
Untuk kebaikan Louis, dia tidak bisa kubawa ke Semarang, karena panas apalagi di Semarang ada Melon. Bulu-bulu Louis akan sangat bagus di Salatiga pikirku, di Semarang aku takut dia malah sakit kulit atau bulu-bulunya rontok.

Louis memiliki teman baru, Piki dan Oci. Mereka selalu bermain bersama, tapi dasar anak egois dan manja maunya di nomor satukan.
Aku senang kalau dia menyambutku ketika berkunjung. Aku senang ketika dia mengingatku. Aku juga senang ketika dia mengigitiku dengan sayang.

Louis cepat besar, dalam sekejap Piki dan Oci sudah didahului tinggi badannya.
Louis memiliki bulu yang bagus, perutnya juga gendut
Ketika dulu bisa kugendong dengan satu tangan, sekarang harus dengan dua tangan
Waktu tidur, wajahnya sangat lucu... sangat tenang...

Kalau aku selalu memposisikan, Louis itu seperti anak jalanan yang kupungut
dia kubersihkan dan kuberikan makan, akhirnya dia sudah merasa nyaman dan enak.
Apalagi setelah pindah ke rumah teman, dia memiliki teman-teman belajar berbagai macam.

Kumerasa senang karena bisa memberikan kehidupan yang nyaman walaupun hanya untuk seekor anjing. Dia sudah menjadi lebih daripada hewan peliharaan, dia adalah salah satu kesayanganku.

Belum ada satu tahun, dia sudah sangat besar, aku tidak bisa menggendongnya lagi. Tulang-tulangnya berat, telapak tangannya besar, dan bulu-bulunya sangat lebat.
Aku suka sekali memeluk leher dan kepala Louis, seperti memiliki anjing penjaga yang bisa diandalkan (walaupun dia itu agak penakut hehehehehe...). Aku juga suka sekali mengelus kepala dan moncongnya, aku sering mengelus-elus perutnya.

Aku suka ketika dia mengikutiku... Seolah-olah mengatakan jangan pergi.

Waktu dia dikabarkan hilang aku merasa sangat cemas dan sedih. Kemana anak itu pergi? Apa dia nanti akan mendapat nasib buruk? Apa usahaku sia-sia membawanya dan memberinya kehidupan yang baik?

"Louis... Louis... jangan pergi lagi ya... Klo main keluar ati-ati ya... Jangan jauh-jauh..." Aku mengelusnya terus supaya dia tenang setelah kembali, setelah aku dapat menemuinya kembali. Untunglah dia ditemukan, kejam sekali, diikat selama 2 hari tanpa diberi makan. Aku ketakutan sekali... bayangkan kalau aku berada diposisinya, diikat dan tidak diberi makan atau minum. Dia diberi obat, karena lambungnya terkena. Aku merasa prihatin sekali.

Setelah dia kembali seperti semula aku jadi lebih tenang, dan dapat bekerja lagi. Karena kesibukan-kesibukan aku egois, tidak menemuinya hanya karena malas dan capek.
Aku baru menemuinya ketika merasa lega, itu juga baru 2-3 kali. Masih harus pergi raker di Magelang, dan begitu pulang tidak juga langsung memberinya temu muka.

Louis meninggal tanggal 20-08-2008, jam 3 pagi dini hari

Menurut temanku, dia keluar malam-malam, lama tidak kembali. Ketika terdengar lolongan, semua kesana dan Louis sudah sekarat. Separuh wajahnya hancur. Menurut teman, ada kemungkinan kalau dia diberi daging dicampurkan dengan kaca beling yang dihancurkan kecil-kecil sehingga melukai mulut, rahang, hingga saluran pencernaan. Setelah diusahakan dengan memberinya susu serta memompa perutnya ternyata Louis tidak dapat diselamatkan lagi.

Louis dikuburkan di kebun sebelah rumah temanku, tempat dia biasanya duduk.

Aku tidak percaya, ketika mendengar kabar tersebut. Kukira dia bercanda. Pikiran-pikiran jahatku mulai bermunculkan, apa dia bohong, apa dia main-main, apa jangan-jangan anjingku kalian bunuh, apa jangan-jangan anjingku kalian jual... dsb. Pikiran-pikiran jahat itu tidak lagi muncul karena tiba-tiba aku hanya bisa menangis.

Bagi kebanyakan orang mungkin menangisi anjing itu adalah hal yang tidak wajar.
Bagi kebanyakan orang mungkin kalau mereka bosan dengan peliharaan mereka, akan mereka jual lagi atau diberikan ke orang lain.
Bagi kebanyakan orang mungkin menangisi anjing mati adalah tindakan bodoh
Bagi kebanyakan orang mungkin kalau anjingnya mati, toh tinggal beli lagi

Tapi aku tidak bisa menganggap Louis adalah anjing peliharaan saja
Aku tidak menganggap Louis adalah boneka hidup apa pun bentuknya
Aku tidak mau menjual atau memberikan orang lain supaya menjadi majikannya
Aku adalah majikan Louis, aku adalah teman Louis, aku adalah saudaranya Louis

Aku tidak pernah membeli anjing, semua peliharaanku baik itu anjing atau kura-kura
Mereka datang sendiri padaku, diberikan oleh orang, dihadiahkan orang
Mereka kuterima dan kusayang dengan cara diriku sendiri
Aku tidak pernah memaksakan mereka datang padaku dengan cara membelinya

Karena itulah mereka berkesan untukku, mereka adalah istimewa untukku

Aku sudah tidak dapat mengatakan "Louis... Louis... jangan pergi lagi ya... Klo main keluar ati-ati ya... Jangan jauh-jauh..."


Louis kamu bahagialah di sana ya...

Mendengarkan Mr. John Titaley

Pertama kali aku melihat seorang John Titaley, beliau adalah orang yang tinggi besar
Kukira beliau memiliki keturunan indo, karena bentuk wajahnya unik
Ketika beliau berbicara, suaranya besar dan dalam, memiliki wibawa
Oh...Beginilah sosok mantan rektor yang banyak dikagumi oleh kakak-kakakku

Ok, penampilan itu urusan kedua, yang ingin aku tahu adalah pemikirannya
Dari beliau menjelaskan visi dan misi akhirnya aku dapat mengerti pemikirannya
Mungkin tidak 100 persen, mungkin 75 persen... mungkin... entahlah...
Karena bagi orang berpikiran terlalu sempit dan egosentris, mungkin tidak paham dengan kebesaran hati yang ditawarkan

Dari panjangnya acara seminar singkat tersebut, aku mengagumi pemikiran beliau
Jiwa sosialisnya besar, dan berimbang dengan apa yang dia katakan
Dunia pendidikan lebih dekat dengan dunia sosial ketimbang dunia ekonomi
Dan memang pendidikan tidak bisa dicampuradukkan dengan pikiran usahawan

Orang yang ingin menjadi guru, hendaknya memang dia rela hati menjadi guru
Orang yang ingin menjadi dosen, hendaknya memang dia rela hati menjadi dosen
Orang yang ingin menjadi dekan, hendaknya memang dia rela hati menjadi dekan
Orang yang ingin menjadi rektor, hendaknya memang dia rela hati menjadi rektor

Pendidikan dan jiwa kapitalis, sama seperti sejarah dan agama
Kalau orang berdebatkan asal manusia, sejarah dan agama tidak akan pernah bersatu
Pendidikan adalah panggilan jiwa untuk melayani sesama manusia
Pendidikan adalah tuntutan hidup untuk mengabdi demi kepentingan orang lain

Kalau sebuah universitas dikendalikan seolah-olah adalah perusahaan
Maka rasa pengabdian itu akan hilang, digantikan dengan egoisme manusia
Kalau sebuah universitas diracuni dengan materi seperti pemerintahan
Maka jiwa sosialis itu akan hilang, digantikan dengan keserakahan manusia

Aku tidak pernah menjadi pengajar di tempat lain
Tetapi berbagai hal yang telah dilakukan oleh Pak John Titaley sungguh suatu pemahaman baru

"Kebutuhan dasar manusia terpenuhi, maka sedikit demi sedikit kita akan dapat memotong garis kemiskinan tersebut"

Dengan memberikan pemenuhan kebutuhan ekonomi dasar manusia,
hati dan pikiran mereka akan tertenangkan
Menghindari timbulnya tindakan-tindakan menyalahi hukum dan susila

Dengan memberikan pemenuhan kebutuhan ekonomi dasar manusia,
beban hidup mereka berkurang dan lebih bahagia
Menghindari kebodohan yang ditimbulkan karena tidak bisa sekolah

Biarlah gedung tidak dipugar, asalkan kita dapat terus belajar dan memberikan yang terbaik sehingga menghasilkan SDM yang lebih baik dari waktu ke waktu....
Maka kesohoran sebuah universitas akan terus selamanya berkibar...

Namun Mr... manusia itu tidak pernah puas.

Masih banyak lintah-lintah yang bercokol di dunia ini,
setelah puas menghisap darah mereka akan lepas dan melarikan diri...
Namun mereka akan selalu lapar kembali dan menghisap darah yang lain
Mereka tidak akan peduli pada siapa mereka menghisap darah tersebut

Sunday, August 17, 2008

Sepanjang Jalan Semarang-Salatiga

Kulihat dari jendela bus yang kunaiki dari Semarang menuju Salatiga
Setiap wajah yang terlintas, entah tua-muda, laki-laki- perempuan, anak-anak hingga remaja
Kucoba membaca apa yang ada didalamnya, apa yang mereka rasakan
Hanya satu yang tidak kulihat, sebuah senyuman

Seorang bapak tua menaiki motor dengan wajah susah
Seorang pemuda penjaga toko dengan mata melamun
Seorang bapak sedang membersihkan tangki
Seorang ibu-ibu gemuk menenteng belanjaan berat

Orang tua sedang merokok sambil menyipitkan mata
Ibu muda menggendong anaknya mencuci baju
Dua orang sedang berdebat dengan serius
Dan banyak-banyak lagi...

Apa yang mereka rasakan? Apa yang mereka pikirkan?
Apa yang mereka hadapi? Apa yang mereka inginkan?

Mungkin mereka hanya sedang berseteru
Mungkin mereka hanya sedang melamun
Mungkin mereka tidak semenderita tanpa senyuman itu
Mungkin mereka memang tidak kenapa-kenapa sama sekali

Tetapi senyuman itu tidak ada satu pun yang kulihat
Sepanjang perjalanan hanya wajah cemberut, tertekuk, serius, tegang

Aku membayangkan seandainya aku mereka, apa yang aku rasakan?
Aku memikirkan diriku sendiri, apakah aku sudah tersenyum pada diriku sendiri?
Terpikirkah aku untuk memberikan senyuman pada orang lain,
supaya mereka pun tersenyum padaku?

Senangnya membayangkan mereka sedang tertawa bahagia
Senangnya membayangkan senyuman anak-anak
Senangnya membayangkan orang-orang tua tertawa tanpa tekanan
Senangnya membayangkan senyuman-senyuman bahagia itu

Absennya senyuman sepanjang perjalanan itu seolah-olah mengatakan
Bahwa dunia ini sedang tertekan, dan lenyap dalam kegalauan hati masing-masing orang

Aku mencoba tersenyum di pagi hari, di depan cermin, dan mengatakan pada diri sendiri
“Hari ini akan menjadi lebih baik daripada kemarin, bila pun ada kemunduran itu akan kujadikan pelajaran supaya aku tidak melakukan kesalahan di esok hari.”

Aku tersenyum pada orang pertama yang kutemui, dia balik tersenyum padaku
Kuharap dia bertemu dengan orang lain dan tersenyum padanya,
orang lain ini pun tersenyum pada yang lain, begitu seterusnya...
Maka kuharap dunia ini menjadi lebih cerah, tegar, dan mampu bertahan

Senyuman adalah salah satu hal yang paling berharga, yang semua orang bisa berikan
Senyuman adalah penyegar hati yang lelah, yang semua orang pernah rasakan

Namun sering dilupakan dan diremehkan...

Karma?

Apalah arti sebuah kepompong yang kamu gerakan?
Memang itulah yang melindungi kita dan membentuk kita dalam fisik
Suatu saat nanti kita akan terbebas dari kepompong tersebut
Menjadi “kupu-kupu” yang cantik dan terbang bebas

Namun semasa kita bernafas di bumi ini, maka
Kepompong ini yang harus kita jaga dengan baik
Apapun bentuk dan warna kepompong yang menyelimuti kita
Supaya tidak terluka sebelum “kupu-kupu” itu jadi sempurna

Semakin cantik dan rupawan maka memiliki godaan yang lebih besar
Semakin terlena dengan kefisikan duniawi keinginan juga lebih besar

Kecantikan itu adalah kebaikan, namun dapat memikat kejahatan
Kecantikan bisa menyiksa karena kita menerima hasil pikatan tersebut
Karena kecantikan mengundang siapa saja yang melihatnya
Tanpa bisa kita mengontrolnya satu persatu

Seseorang bisa terlahir dengan wajah yang cantik atau pun tampan
Semua ingin menjadi yang tercantik, atau pun yang tertampan
Bersyukurlah kalau memiliki wajah cantik dan bersih
Bersyukurlah kalau memiliki wajah tampan dan bersih

Itulah karmamu karena di kehidupan yang lampau kamu adalah orang baik
Ingatlah dan jangan lupa apalagi terbuai dengan kecantikan fisik
Tanamlah benih karma baik, pupuklah dengan penuh ketulusan
Maka wajah cantik dan tampan itu bukanlah cobaan atau siksaan

Sunday, August 3, 2008

Belajar Dari Anak-anak TK

Ingatkah kita betapa lugunya dikala kanak-kanak?
Ingatkah kita tertawa dengan lepas kala kanak-kanak?
Ingatkah kita menangis dengan keras kala kanak-kanak?
Ingatkah kita rasa percaya diri kala kanak-kanak?

Kulihat adikku menjadi "momo" si Kucing
Dia tidak bisa berakting, tidak hapal dialognya
Semua suara hanya berasal dari tape yang sudah direkam
Bahkah masih harus diatur gurunya diatas panggung

Dengan polosnya menggaruk ketiak karena merasa gatal
Dengan polosnya mengelap keringat dari dahinya karena panasnya
Dengan polosnya menyanyi dengan keras di penutupan drama
Bersama dengan seluruh anak TK merayakan Ultah ke-50 sekolah

Dia tidak peduli apakah ada yang mengkritiknya
Dia tidak peduli apakah ada yang mengejeknya
Dia tidak peduli berapa banyak mata yang memandangnya
Dia tidak peduli bahwa dia berada diatas panggung
Dia tidak peduli apakah karakternya penting atau tidak

Yang dia pikirkan hanya TAMPIL DIATAS PANGGUNG adalah tanggung jawabnya

Kita juga hidup diatas panggung megah dunia
Diatas kita ada yang menilai seberapa baik akting kita
Namun kita selalu melupakan karena banyak yang terlalu dipedulikan...

Apakah yang kulakukan benar atau salah?
Apakah ada yang mengkritikku karena aku...?
Apakah ada yang mengejekku karena aku jelek?
Apakah ada yang tahu apa saja yang telah kulakukan?
Apakah aku ini penting atau tidak?

Kemudian akar pikiran itu ada karena...

Kenapa aku tidak bisa kaya?
Kenapa aku tidak bisa berkuasa?
Kenapa aku tidak punya uang?
Kenapa aku tidak bisa sekolah?
Kenapa aku tidak punya ini?
Kenapa aku tidak punya itu?
Kenapa...?
Kenapa...?
Kenapa...?
Kenapa...?


Kita punya tanggung jawab di dunia ini
Namun kita lebih memilih untuk mencari keinginan pribadi
Melupakan tanggung jawab dan melenceng dalam kehidupan

Semakin dewasa otak manusia bisa jadi semakin tumpul
Semakin dewasa otak manusia semakin penuh dengan keinginan-keinginan
Dimanakah mata cemerlang dan senyuman yang murni dari hati?
Dimana hati yang lurus memberikan segalanya demi tanggung jawabnya?

Separah apapun kita menjalani hidup, dengan penuh tanggung jawab
Dengan keinginan benar, tindakan benar, pemikiran benar
Hasilnya akan sangat meriah di akhir penutupan panggung...

Sorak sorai dari 100 orang yang menonton "momo" adalah gegap gempita 100.000 orang

Friday, August 1, 2008

Agnes Monica dan Cinta Laura

Ngapain sih ngomongin bintang film bego kayak Cinta Laura ato yang sukanya seksi abis kayak Agnes Monica?

"Global Warming is cool!" gitu katanya Cinta Laura waktu ditanya tentang Global Warming.

Masalahnya sekarang bukan itu, tapi katanya sih Cinta Laura mau ke Hollywood bok!
Terus katanya Agnes Monica juga mau ke Hollywood jugaaaa...

Taruhan mana mereka yang lebih dulu jadi bintang film Hollywood?
Denzel Washington aja adalah peraih grammy award pertama berkulit hitam yang aku tau, setelah dia bermain dalam berbagai film besar, dan tidak sekedar membalikan telapak tangan. Dia adalah pujaanku... American Gangster adalah filmnya yang terakhir aku lihat.

Denzel ntar aja kita bahasin, dia emang my fav's selain Johnny Depp.

Katanya klo Agnes Monica emang berusaha sendiri menuju Hollywood sono, tapi klo Cinta Laura mah tinggal telpon kakeknya terus "opakyu punyha connectionzz di zhana, jadhy fhoto-fhoto akyu udhah dikirrim ke sanya" dll entah dia ngoceh apa pun itu.

Apa jalan yang mereka tempuh itu salah?
Apa jalan yang ditempuh Cinta Laura itu lebih memastikan?

Dari segi mana pun ketika kita memiliki koneksi untuk ke posisi lebih baik, kita merasa akan lebih diuntungkan
Dari segi usaha dari diri sendiri, memikirkannya saja kita sudah malas... mungkin kita tidak memiliki semangat duluan. "Kayaknya lebih enak dibantu deh"

Dalam pencarian jati diri, dalam usaha untuk meningkatkan kebaikan dari diri sendiri semua cara kuanggap bisa. karena yang terpenting adalah niat dan hati.

Kalau kita ingin memulai dari nol hanya modal seadanya untuk menjadi "bintang" dengan memiliki "backingan" yang kuat sejak lahir untuk meraih "bintang" yang sama, hal tersebut tidak berpengaruh pada cepat atau lambatnya pikiran itu berkembang...

Siapa bilang Agnes akan lebih sulit, kalau dia lebih pandai dan berpotensi, saya percaya jadi figuran Hollywood saja pasti bisa

Siapa bilang Cinta akan lebih mudah mendapat posisi akting lebih baik? Kalau misalnya dia hanya merasa pasti dengan memiliki "backingan" maka berhasil terus tanpa usaha apa2 ya tidak akan menjadi figuran apa pun di Hollywood.

Apa pun cara yang kita tempuh agar memiliki pemikiran dan pribadi yang lebih baik, menjadi umat yang beriman dan teguh dalam berkata dan berbuat... adalah benar sepanjang kita memasukan niat dan kekuatan hati kita.

Kalau kita sudah memiliki "pemikiran" yang baik daripada orang lain, kita tinggal mengembangkannya
Kalau kita menemukan pencerahan "pemikiran" baik tersebut, raih lah sebanyak mungkin yang kita bisa

Tidak ada kata terlambat untuk menjadikan diri kita lebih baik.

Monday, July 28, 2008

Apakah bajingan itu, apakah anjing itu? Dia itu?

Jengkel dan lemas hati ini, kalau menjadi lemah kembali!
Apa itu trauma dan apa itu siksa? Kalau masa lalu itu ada??
Jika kulihat rupa itu, aku merasa kecewa dan cinta itu tertinggal
Harusnya belajar dari masa lalu bayang-bayangnya masih terasa

Ketakutan itu ada karena tanda tanya, benarkah? salahkah?
Apakah bajingan itu, apakah anjing itu? Dia itu?

Hatiku menangis, sedangkan mataku menerawang
Jantungku berdetak melukai relung dadaku
Dia sudah jauh tidak gangguku lagi, tidak temuiku lagi
Tetapi batin ini masih diganggu, dengan suara dan pikiran

Kesadaran diri, dinginkan pikiran, jangan terpengaruh!
Itu semua hanya semu, masa lalu itu sudah terjadi
Dan tidak mungkin akan terjadi di masa sekarang dan datang
Tidak terajut kembali, tidak dapat diurai lagi

Pikirkan semua keputusan itu adil dan benarnya
Kamu sudah berada di jalan yang benar sekarang!
Keputusan itu sudah final, tidak dan jangan kau jilat lagi!
Ingat alasan-alasan yang telah kau kobarkan!

Kenapa dia menawan hati dan pikiranku?
Kenapa dia berbuat kejam padaku?
Apa itu bahagiamu, apa itu keindahanmu?
Itukah kekuatanmu? Itukah keahlianmu?

Semua itu hanya kemelekatan terhadap nafsu fisik
Jangan pikirkan segala yang manis dan nikmat
Dibalik itu semuanya pahit dan sengsara
Biarkan dia berada didunianya, hiduplah diduniamu sendiri...

Sunday, July 20, 2008

Kalo mau pake rok makanya naek mobil!!

"ih belum apa-apa uda nanya gono-gini,
klo uda jd pacar ntar mau minta apa lagi?"

hanya cerita dr seorang teman,dia menyimpulkan bahwa perempuan itu matre.

Setelah dipaksa pacaran, dan ceweknya mau (mungkin dengan terpaksa juga kali ya?) cewek itu nggak pernah pake rok.

Akhirnya si cowok nanya,
"kamu kok jadi tomboy sih? Nggak pernah pake rok lagi,biasanya juga dandan feminin?"

"Makanya dulu aku bilang,kamu apa punya mobil kan? Biar aku bisa selalu menyesuaikan pakaianku ketika kita berpergian. Kamu malah yang sensi sendiri. Nah sekarang kamu minta aku jadi feminin,gimana bisa wong kita selalu naek motor..."

Cewek manapun pasti ingin selalu tampak cantik dan menarik.
Bersyukurlah kalau memiliki wajah tanpa cacat, apalagi kalau memiliki wajah yang menarik.

Keinginan ini yang terkadang dilupakan para pria, padahal ada juga pasti kalanya ingin melihat wanitanya menarik.

Bukan sepenuhnya matre, tapi adakalanya memang, kalo mau pake rok makanya naek mobil!!!

Tuesday, July 8, 2008

Watak diliat dari GAME (terutama RF players)

Waktu dulu aku sebagai penikmat game
sekarang aku juga jadi pemerhati psikologi gamer
Sekedar iseng saja, untuk pengalaman pribadi
karena awalnya dari maen game online RF (Rising Force)

RF itu game online perang antar 3 bangsa, Cora (elf, peri), Bellato (humanlike), ama Accretia (robot)

Kalo diliat-liat...
* Orang yang emosian pasti ketika dia di'sampahin' (istilah nyabot monster terus ambil exp. orang biar naek lvl lebih cepet) -> sumpah serapah pasti keluar, klo nggak pake 'chaos' (kemampuan untuk membunuh bangsa sendiri, seharusnya nggak bisa dan nggak boleh)

* Orang yang nyabot ato curang mengambil hak dari orang lain seperti exp. berarti orangnya licik, keuntungan orang lain disabot dia, kalau dalam pekerjaan pasti juga curang dan merugikan orang lain demi keuntungannya sendiri

* Orang yang menggunakan cheat (kode-kode pelicin supaya naek lvl cepet, ato dapet duit, ato tidak bisa mati dsb) -> orangnya nggak bisa kerja keras, sukanya nyari jalan pintas, klo perlu melakukan tindakan ilegal supaya mendapat apa yang diinginkan

* Orang yang suka bantuin lvl masih kecil biar cepet naek lvl -> emang suka bantuin orang, ato bantuin orang supaya bisa direkrut, suka mendidik, ingin dituakan, ingin dijadikan panutan... ato emang kurang kerjaan sukanya bantuin orang (positif kok)

* Orang yang duitnya kurang terus -> nggak bisa mengatur keuangan (hahahahaha...)

* Orang yang pilih warrior -> to the point, permainannya kasar/dalam bekerja atau menghadapi orang mudah terbaca, modal kekuatan doang, bisa diandalkan, profil ingin menjadi sumber kekuatan, mungkin klo deketin cewek juga terlalu gamblang

* Orang yang pilih ranger -> agak nggak to the point, permainannya halus, taktik mungkin tidak terbaca, modal tehnik, peragu, pendekatan ke cewek juga cara tidak langsung kayaknya

* Orang yang pilih spiritualis (mage) -> tampangnya aja lemah tapi kuat (nggak mesti sih, susah baca orang yang pilih mage), nggak bisa berdiri sendiri (mengandalkan kekuatan spirit/bantuan orang lain), modalnya otak (rumit karakternya, banyak skillnya) -> kurang lebih deh, susah baca karakternya

* Yang pilih bell jadi driver (MAU/bemo) terus nggak maju perang takut meleduk MAU nya -> nggak bisa bedain kenyataan ama game deh, pelit, perhitungan gedhe, takut mati hahahaaha... JK

kurang lebih kayak gitu deh yang aku tangkap so far so goooodd..

Tuesday, June 24, 2008

Kemakmuran Sebelum Waktunya

"Kalau generasi pertama adalah perintis dan fondasi,
generasi kedua adalah pembangun dan mendirikan bangunannya,
Namun generasi ketiga adalah penghancurnya..."

Hanya satu faktor utama kehancuran manusia, KESOMBONGAN
Ketika sudah menjadi kaya, berkuasa, merasa memiliki wewenang
Kesombongan itu sudah menyelinap dalam pikiran
Sanggupkah kita mengontrolnya?

Ketika beranjak dewasa, memiliki wajah cantik dan rupawan
Memiliki wajah tampan dan tubuh yang gagah
Kesombongan itu sudah menyelinap dalam pikiran
Sanggupkah kita mengontrolnya?

Ketika kepandaian diadu, memiliki IQ tinggi dan keahlian khusus
Kepandaian dan prestasi yang mencengangkan
Kesombongan itu sudah menyelinap dalam pikiran
Sanggupkah kita mengontrolnya?

Segala sesuatu akan berjalan dengan baik ketika kita siap menerimanya
Ketika kekayaan, dan kekuasaan yang datang begitu tiba-tiba
Akan menyilaukan mata dan membuat kita buta untuk sesaat.. atau?
Selamanya terbutakan sehingga kita salah arah entah kemana

Merasa diri cantik atau tampan adalah kebanggaan,
Perasaan bangga dipuja dan diidolakan oleh banyak orang
Akan menyilaukan mata dan membuat kita terbutakan
Bangga tersebut akan berubah menjadi angkuh dan sombong

Merasa diri pandai dan jenius daripada orang lain
Perasaan dilebihkan daripada orang lain, dibanggakan orang
Akan menyilaukan mata dan membuat kita terbutaan
Bangga tersebut akan berubah menjadi keegoisan dan otoriter

Bersiaplah kapan Anda akan menjadi kaya
Bersiaplah kapan Anda akan menjadi pintar
Bersiaplah kapan Anda akan menjadi rupawan
Setitik kesombongan diatur dengan pikiran kita

Bersiaplah kapan Anda akan menjadi miskin
Bersiaplah kapan Anda akan menjadi bodoh
Bersiaplah kapan Anda akan menjadi buruk
Karena saat meninggal kelak, semuanya meninggalkan Anda

Tuesday, June 17, 2008

Biadab-Beradab-Biadab lagi

"Ternyata kami juga bisa kuat, bahkan kami bisa berbuat kekerasan selayaknya pria
Kami bisa memukul, menampar, meludah, dan menganiaya sesama kami wanita
Kami ingin disegani, ingin diakui, ingin ditakuti selayaknya pria
Jangan macam-macam dengan kami,kalau tidak mau kami sakiti!"

Begitukah inti pesan dari rekaman tersebut?
Mau geng Nero kek, mau geng Brenksek kek
Asumsi bahwa wanita itu lemah lembut sudah hancur

Kalau para pria tawuran, berkelahi, dan saling membunuh itu sudah biasa
Kalau pria mendominasi pertempuran, karakter yang kuat dan macho itu sudah biasa
Walaupun ternyata sekarang sebagian sudah terbalik... benarkah?

Dengan nada cengeng dan air mata buayanya hanya bisa merengek
Fenomena yang aneh ketika para wanita telah mampu berdiri sendiri
Para pria sudah bosan bekerja dan hanya menjadi bapak rumah tangga
Kodratinya sekarang sudah berbalik, para pria sudah tidak mempunyai harga?

Dunia sudah berbalik pelahan, karena capai dengan segala kelakuan manusia
Yang notabene adalah manusia berotak dan berakal budi dimusuhi alam
Yang dulunya hijau sekarang hitam, yang dulunya berkunang-kunang sekarang neon
Yang dulunya pegunungan sekarang gedung pencakar langit, dulu burung sekarang pesawat

Begitu pula wanita dan pria, pelahan terbalik...
Bukan kesalahan wanita mampu bekerja selayaknya pria
Ditambah lebih baik lagi keharusan untuk ahli merawat rumah
Merawat keluarga, dan mengelola keuangan dengan baik

Kalau dulu makhluk rendah mengatakan wanita hanya urusan beranak dan rumah tangga
Sekarang pria adalah 'alat' untuk bereproduksi keturunan semata?
Asumsi-asumsi dahulu yang dikeluarkan dari mulut manusia
Sekarang muncul asumsi-asumsi lain yang juga dikeluarkan mulut manusia

Semuanya hanya berputar-putar saja.

Dari BIADAB menjadi BERADAB sekarang BIADAB lagi
Hanya MANUSIA yang bisa begini, konsistensi hanya ada pada ALAM

"Apa kata Dunia?" Hahahahahaha.... Dunia hanya tertawa,
Karena dia adalah kurungan kita selama kita hidup diatasnya
Dunia adalah kebun binatang, kita berada diantaranya
Semuanya binatang, kecuali satu makhluk yang menyatakan dirinya manusia

Padahal bila keseluruhan Dunia itu adalah kurungan binatang,
KALAU kelakuan kita sama biadabnya dengan binatang,
maka kita sendiri adalah binatangnya... penghuninya...


membunuh sesama, menganiaya sesama, bertindak asusila terhadap sesama bahkan keluarga, tidak bisa mengontrol nafsu, memiliki nafsu membunuh, menikmati penyiksaan,dan berbagai kegiatan tanpa hati nurani adalah binatang

Tidak ada gunanya mengumbar kekejian dan kekejaman baik itu pria maupun wanita
Gunakan apa yang ada diantara kedua telinga kita, yang selalu berpikir
Gunakan apa yang ada didalam pikiran kita untuk berpikir dengan nurani
Karena pada dasarnya semua makhluk itu baik, hanya yang paling berbahaya adalah pikiran kita, ketika pikiran terkontrol dengan baik maka kita akan meninggalkan kebiadaban kita.

Monday, June 16, 2008

Geng Nero kek Geng Brenksek Kek Mau Cewek Kek Mau Cowok Kek!

Arrrggghhh....
Bagaimana rasanya kalau berada di titik terendah hidup?
Jengkelnyaa.... Walaupun aku mengenakan baju minim, pake sepuluh tindik telinga, bahkan menindik hidung dan pusar pasti tetap dibilang lucu ato sebaliknya menyeramkan.

Mungkin bukan begitu, berdandan segothic, secantik, sesexy apa pun pasti tidak bisa dibilang cantik dan keren. Lebih-lebih lagi mau jadi cewek sexy aja nggak bisaaa... Kayaknya sih gaya udah sesexy mungkin, tapi ntar komentar yang muncul paling "kamu lagi gila apa?"

Menjadi keren itu adalah anugrah hahahahaha...
Karena orang keren itu pakai apa pun dandan apa pun bergaya apa pun akan tetap keren
Tapi aku tetep udah mentok menjadi si jelek atau si lucu
Nggak akan lebih dari itu... Menyebalkan...

Kalau sudah begini aku menyalahkan nafsu makanku yang besarrrrrr....
Padahal banyak yang bilang kalo aku akan sangat2 lebih jelek lagi kalau kurus
Serba salah dong? Emang ini badan ama muka udah nggak bisa diapa2in sih
Muka yang tidak cacat saja adalah anugrah, apalagi kalau udah cantik itu adalah karma baik. Tapi yah.. namanya duniawinya kuat, keinginan itu kuat, pasti ada rasa kesal kenapa tidak bisa begini, kenapa tidak bisa begitu...

Kadang aku bercermin, "Apakah wajahku memang seperti ini?"

Friday, May 30, 2008

manusia-manusia Sinetron

Manusia-manusia yang doyan mendramatisir suasana hati sendiri
Hanya membuat diri mereka semakin dibodohi oleh perasaan semu
Membuat tindakan-tindakan tidak masuk akal yang tidak logis
Mempengaruhi pikiran-pikiran menjadi manusia kerdil

Membuat orang-orang memiliki sensitifitas tinggi saja
Membuat orang-orang menjadi pemeran panggung boneka
Selalu membuat apa pun menjadi lebih besar dari semestinya
Bahwa cinta dapat mengalahkan segala-galanya dibenarkan

Bukannya meremehkan cinta, tetapi batas kebodohan itu ada
Kalau kita tidak memberi batasan atau sadar dengan batasan tersebut
Kita hanya akan hidup dalam sinetron yang dibuat dan diperankan kita sendiri
Dimana pemeran utamanya selalu... MENDERITA yang tiada henti.

Apa kita mau seperti itu? Apa hidup itu adalah sinetron?
Kita yang menjadikan hidup itu sinetron, neraka dunia ciptaan pikiran kita sendiri
Sudah hidup diajar untuk mengemis oleh pemerintahan yang korup dan bodoh
Masih kah kita perlu tekanan batin seperti sinetron yang penuh air mata?

Friday, May 23, 2008

BBM = Bodoh Bego Mbacot tok!

Pada demam berdemo BBM. Nggak bisa nyalahin juga,
karena harga BBM naek, apa-apa juga jadi ikutan naek.
Kan buat bayar biaya transport... dll...
Rakyat jadi tambah susah...

Indonesia itu emang aneh, kayak anak kecil yang pinter...
TAPI pinternya kok yang jelek2... dicerdaskan tapi nggak bermoral...
Sekarang yang kasihan ya diri sendiri Indonesia nya itu
Baik yang kaya dan miskin semuanya kasihan, termasuk saya...

Yang kaya kasihan, karena bodoh
Yang miskin juga kasihan, karena bodoh
Yang netral juga kasihan, karena dibodohi
Yang sengsara juga kasihan, karena tidak berdaya

Tapi gencar berdemo saja, tidak akan dianggap apa-apa
Karena terlalu sering berdemo, suara jadi tidak didengar
Sedikit-sedikit demo, tapi tidak bertindak apa-apa
Untuk bertindak membutuhkan mental dan keberanian yang besar

masyarakat yang cuma ngomong doang
sama aja kayak pejabat yang ngomong doang
hasilnya ya... cuma omong-omongan doang
MUNGKIN saya sendiri juga cuma bisa omong doang

Berani berbicara, berani bertindak
berani bertindak, berani menanggung resiko
Itu adil dan bisa dipertanggungjawabkan
Itu transparan dan bisa diindahkan tangan pucat

PRO dan KONTRA

"Indonesia adalah penghasil minyak bumi terbesar no. 3 dunia!"

"Wah, gila... hebat dong? Tapi yang nentuin pangsa pasar minyak harusnya tetap yang no. 1 kan?"

"Lhoh, klo Indonesia bisa menghasilkan berjuta-juta, bermilyar-milyar, bertrilyun-trilyun barrel per bulan, per tahun ketika Indonesia menjual ke Internasional mustinya kita untung, bahkan kita bisa menggunakan BBM murah dan bahkan gratis!"

"Wah, iya juga ya?"

"Data yang sudah valid, itu bisa dihitung! Tapi keuntungan tersebut dikorupsi! Itu hanya permainan orang berotak kerdil yang memiliki jabatan-jabatan di pemerintahan!"

"Tapi menurutku Bpk. Presiden tidak bisa disalahkan... Sepertinya dia orang baik... Selalu low profile, tapi pendiam sekali..."

"SBY nggak bisa dibilang salah juga, yang salah yang dibawahnya SBY! Mental TIKUS semua, padahal nanti klo mati juga kekayaan tidak dibawa, lebih baik dipakai untuk memberi kehidupan bagi orang lain, malah dia banyak pahala!"

"Tapi yang menentukan harga minyak per barrel tetap saja badan Internasional bukan? Kalau kita memprotes harga BBM sama saja hal yang sia-sia, kalau dari badan pemerintahan sendiri tidak ditelisik siapa-siapa koruptornya?"

"Harusnya rakyat bertindak tegas terhadap pemerintahan, tapi pemerintah juga sangat keji... Yang makmur hanya yang duduk di gedung pemerintahan, tapi berjuta rakyat tidak makmur sama sekali. Nilai uang semakin kecil, sebanyaknya kita memperoleh gaji, yang dulu dapat makan 3x sehari, sekarang hanya 2x sehari, besok mungkin hanya 1x sehari!"

"tapi kita bertindak apa? ber-demo saja sia-sia, dengan kekerasan juga tidak berguna, kemerdekaan dahulu kala sangat semu... kita masih dijajah luar negeri, juga dijajah bangsa sendiri... benar-benar bangsa yang kasihan..."

Aku memang bukan pejuang lapangan merah
Aku juga tidak mau dikasihani orang-orang
Aku tidak mau ditertawakan dunia internasional
karena aku tinggal di negeri indah di permukaan
namun pelahan membusuk dari dalam, ditusuk dari luar

"I can't comment.. too depress..."

Saturday, May 3, 2008

Biro Jodoh

"pokoknya, aku harus dapet cowok yang tinggi, ganteng, body bagus, six packs, plus gentlemen lah!"

Rachel, menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tertawa-tawa. "Sall, nggak mungkin kamu bisa nemu cowok yang 100 persen sesuai dengan kriteria kamu."

"Nggak lah, aku bakal cari yang sesuai kriteriaku itu!" kata Sally ngotot, "kamu yang males nyarinya sih, klo nggak emang kamu sendiri nggak ambisius! Kamu tuh jelas-jelas lebih cantik dan tinggi dari aku, kamu juga putih, pinter, dan menyenangkan. Beda nggak kayak aku yang kebalikkannya kamu. Nah, jelas klo kamu lebih pantes dapet yang lebih-lebih lagi daripada kriteriaku kan, YOU deserve the best!"

Lucy juga berpikiran sama, dengan tampang pas-pasan, dia mentargetkan kriteria cowok idamannya setinggi langit. "Sama kayak Sally deh, tinggi, putih, kaya, ganteng, bodynya bagus, yah.. bukan masalah aku pantes ato nggak dapet cowok seperti itu. Kan sekedar idaman..."

Akhirnya Sally malah dapet cowok tinggi standar, wajah pas-pas an, dompet cukupan, badan kurus ceking, yang bertolak belakang dari yang dia inginkan.
"Nah, dulu kamu bilang ingin cowok yang begini begitu, terbukti kan klo aku bilang kamu nggak akan dapet 100 persen seperti yang kamu inginkan?" kata Rachel.

"Iya sih... tapi gimana ya? Aku sayang banget sama dia, dia orangnya baik, gentle sih, dan dia jujur banget sama aku, biarpun nggak romantis dia selalu ngertiin aku, bisa membagi waktunya untuk aku, keluarga, dan bekerja. Yang pasti dia bisa nyambung sama aku... Dia udah perfect buat aku."

Lucy justru dapet cowok anak orang kaya, body bagus, putih (untung Lucy juga putih jadi matching gitu loh), gentlemen pula, tapi mukanya nggak banget, standar paling bawah.

"Tadinya aku tuh bener-bener nggak suka Rach, biarpun dia kaya, mau beliin aku hape segala, bodynya oke, dsb... tapi secara fisik aku bener-bener nggak sreg loh. Yah ternyata aku tetap jatuh hati juga lama-lama... karena dia setia banget, tidak memandang rendah aku yang lebih miskin dari dia, dia juga mendukung aku kuliah, dia menghargai pe,ikiran-pemikiran aku, walaupun agak egois, dia masih memperhatikan hal-hal kecil yang aku sukai dan membuat kejutan untukku."

Ayo, ayo, kamu juga Rach, cari lah pacar impian mu, "Ah, bagaimana klo tidak dapet sesuai dengan kriteriaku?"
Kriteria kan cuma jadi prediksi saja, memang belum tentu bisa mendapat yang 100 persen sama seperti kriteriamu.

Apa sebagai cewek kita akan menerima semua cowok yang datang pada kita?
Apa mereka yang datang pasti layak dan hanya layak untuk kita?
Apa kita tidak boleh memberikan impian pasangan hidup ke dalam hidup kita?

Rachel...

Aku tidak pernah meminta banyak TUHAN... Yang kuinginkan hanya orang baik dan santun... Menghargai diriku apa adanya... setia pada diriku... dan pintar...

"Rach, masa kamu cuma suka yang baik, santun, setia, ama pintar doang? Klo standarmu terlalu rendah, nanti kamu dapetnya malah lebih rendah dari itu. Aku yang standarnya setinggi langit kan kamu sudah liat sendiri."

Ya, aku memang menyukai cowok yang tinggi, macho, bahkan mantan preman/bisa baku hantam (asal bukan aku yang dipukuli), dan inginnya malah harus memiliki mata elang. Ganteng mungkin relatif, sejauh mata ini menyukai itu tidak masalah...

"Kenapa aku memilih orang yang baik dan santun, itu menunjukan bahwa dia berpendidikan, dapat bersikap pada tempat dan jabatannya, bisa menunjukan rasa hormat pada orang tua dan orang yang layak dikaguminya, yang pasti baik dan sopan terhadap wanita."

"Setia, itu sudah jelas, siapa yang mau dicurangi, diselingkuhi, pada waktu nantinya hidup bersama untuk selamanya, karena pernikahan bukan permainan seperti waktu sebelum menikah ketika kita masih dapat memilih."

"Pintar, baik dalam berkata-kata, memikirkan solusi sebuah masalah, mengontrol emosi, mengontrol pikiran, berpikiran terbuka, mau kerja keras, mau diajak untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik dalam berbagai hal."

Untuk menjabarkan secara detil sangat susah, jadi jangan bilang standarku rendah kawan... aku sendiri benar-benar kesulitan mencari orang yang tepat 100 persen dengan yang aku inginkan.