Friday, July 13, 2007

Ayumi pro dan kontra

Daripada ngomongin yang berat-berat, kita omongin Ayumi yuk?

Ayumi sekarang berubah katanya. (hm.. namanya juga artis)
Artis mana yang nggak operasi plastik, suntik botox, dan transplantasi rambut?
Usia Ayumi emang udah nggak muda-muda banget, apalagi persaingan artis tentunya sangat ketat dan tinggi. Kalau begitu nggak heran kan kalau artis-artis yang merasa mulai kehilangan pamor jadi panik meningkatkan pamornya lagi dan menumbuhkan kembali kecintaan fans pada mereka.

Ayumi hanya salah satu korban dunia entertainment, semua orang yang masuk ke dunia entertainment pasti akan mengorbankan banyak demi performance, karena tentu saja artis menjadi panutan orang banyak. Daripada menjadi santa kalau jadi artis justru banyak pengikutnya, makanya image mereka dijaga. Fans ingin mereka tetap cantik mereka harus cantik, fans ingin mereka langsing mereka harus langsing. Sebenarnya kan mereka juga kasihan...

Kabar Ayumi yang operasi plastik ini itu rasanya basi, karena semua orang juga pasti tau artis mana yang nggak operasi plastik? minimal nge-gym gila-gilaan atau diet berat.
Kalau ada yang bilang Ayumi mulai buka-buka baju, aku sendiri berharap jangan sampe deh! Artis emang ada aja caranya yang menaikkaan pamor dengan meminimkan baju dan banyak pamer kulit. Nah kalo semua pada ngikut kan ya berabe.

Anyway i still love her hehehehe.....

Tuesday, May 8, 2007

Blood Diamond

Hai hai...

Btw sudah liat Blood Diamond? Okeh... okeh... itu film lama...
Berhubung dulunya aku nggak tertarik, karena isinya action tembak-tembakan, aku lagi suka-sukanya dengan film-film yang manis, penuh lagu yang easy listening, dan pakaian-pakaian dan kelengkapan aksesoris yang bagus. Mungkin aku harus kembali melihat ke realita kalau aku tidak punya uang yang cukup untuk membeli baju, sepatu, aksesoris, dan tas-tas karena semua itu tidak bisa memberiku makan.

Akhirnya gara-gara temen-temen sama pacarku yang bilang kalau film itu bagus akhirnya aku nonton juga. Filmnya mengerikan!!! Bukan dalam artian jelek, tapi memang mengerikan. Apa kah dapat membuat kita jadi tidak suka 'Diamond'? Apakah kita semakin mensyukuri karena kita dapat hidup dengan layak?

Bisakan kalau dibayangkan kejadian tersebut benar-benar terjadi disana, dan bagaimana kalau terjadi di SINI? Di INDONESIA ini? Oh tenang aja, tidak akan terjadi di Indonesia, kita kan bukan di Afrika, dan disini nggak ada tambang 'diamond'... Oh ya? Bagaimana kalau kenyataannya semua itu sedikit-demi sedikit telah melarut ke Indonesia dan kita tidak tahu?

Di sana anak kecil mungkin baru saja berusia 10-14 tahun sudah mengisap ganja, menyuntik (oh aku tidak tahu) sesuatu yang membuat mereka teler, merokok, minum-minuman keras, dan yang jelas mereka memegang senjata (benar-benar senjata berat), tentu saja mereka telah MEMBUNUH. Mungkin ketika melihat film tersebut orang-orang ada yang berpikir, itu kan cuma film, mungkin kenyataannya tidak seperti itu, atau mungkin berpikir itu kan cuma berlebihan supaya filmnya menjadi dramatis jadi laku dan produsernya menjadi sangat kaya raya.

Apakah produser/sutradara/pemain film/atau apapun yang bekerja dalam pengerjaan film tersebut akan membantu semua anak-anak dan orang-orang tidak berdosa yang di Afrika tersebut?

Aku bilang bagaimana kalau apa yang terjadi disana terjadi di Indonesia?
Bagaimana dengan GAM? Bukannya itu sudah namanya perang saudara? Melawan pemerintah dengan kekerasan?
Anak membunuh bapak, anak membunuh saudara, anak membunuh adik, saudara membunuh saudara? atau kebalik, Seorang Ibu Membunuh 4 Orang Anaknya (bahkan diabadikan ke dalam rekaman di ponsel) Pernahkah kita membaca artikel atau berita tersebut? Lalu bagaimana tanggapan kita "oh ya ampun, kok bisa ya? Kok tega ya? Kok kayak gitu ya?" Lalu?

Manusia memang berotak mungkin tapi entah kenapa kehidupan mereka tidak jauh dari kebinatangan yang buas. Benarkah ada jiwa liar dan buas kita yang terkurung? menunggu dilepaskan? Mustinya tidak kalau bukan diri kita sendiri yang membuka kurungan tersebut.

Kita bersyukur bisa hidup AGAK tenang, tapi orang yang paling tidak mengerti perdamaian dan bisa memaafkan sama saja bertindak seolah-olah dia penguasa dunia. Seperti di Blood Diamond tersebut, pemimpin RUF bertindak seolah-olah sebagai malaikat yang ingin menyelamatkan negara (dalihnya) padahal dia menciptakan neraka dunia itu sendiri.

Jangan jadikan diri kita sebagai pencipta neraka, itu yang aku bilang pada diriku sendiri.
Mensyukuri hidup yang telah diperoleh, dan doakan semoga semua makhluk bahagia (entah binatang, manusia, atau yang tidak terlihat dari kita), itu pun menjadi doaku setiap hari.

Bantulah dunia setiap hari supaya menjadi "RUMAH" yang indah, nyaman, tenang, dan aman bagi semua makhluk di dunia....

Saturday, May 5, 2007

Iklan Offensive Milday Terhadap Wanita dan Mbuh Kamsudnya

Ada yang pernah liat nggak iklan Milday yang ngerjain cewek? Toilet gambar cowoknya di kasih rok jadi cewek salah masuk ke toilet cowok?

Pasti pernah liat kan.
Nah, menurut kalian bagaimana? Iklan yang bagus? Mengena?
Iklan rokok sih semuanya memang nggak nyambung, tapi baru kali ini aku ngerasa jengkel sama iklan rokok, karena biasanya semua bagus.

Apa juga maksudnya? Emang yang ngerokok Milday berarti cowok usil yang suka usilin cewek sampai kebangetan gitu? Terus terang apa bakal laku? Kalau aku digebet sama cowok ngerokok milday udah ogah setengah mati (hahahaha... just kidding honey...).

Yang dilihat dari sisi etika nggak baik, udah gitu jelek lagi ceritanya. Kalau sisi pengambilan audio visual bagus deh.

Apa layak iklan tersebut dibilang bagus? Terus terang itu sangat offensive terhadap wanita, jadi kalau ada yang bilang itu iklan rokok yang baik, dia harusnya musuh wanita sedunia.

Ciuman & Agama

Kissing.... Sex... and Love Story....

Duh, mau dibilang sekarang adalah jaman global, dari dulu aku SLTP juga udah dibilang zaman Global, kapan kita mengglobal? mengglobal kok kayak siput!!

Terus yang namanya mengglobal itu apa penuh dengan teknologi?
penuh dengan gaya hidup metropolitan?
penuh dengan glamor, bling-bling, dan addicted to fashion?

Ok kalau begitu kita harus nyadar Negara Indonesia bisa dibilang lama-lama bukannya maju secara global tapi mundur teratur menuju negara ketiga lebih parah dari Vietnam atau India.

Apa hubungannya dengan ciuman dan Agama?
Yang ingin dibicarakan hanya sebagian kecil dari tidak karuannya perkembangan yang terjadi di Indonesia.

Aku pernah membaca surat pembaca yang sangat munafik dan pikiran terlalu dangkal, entah pengaruh apa saja sih aku nggak tau. Tapi aneh sekali, masa ada manusia yang seperti itu? Mungkin masyarakat samin? Jujur aja, pembaca satu ini seperti tidak pernah tersentuh dengan TV, sosialisasi modern, dan media. Karena apa? Dia memprotes remaja putri dan remaja putra bergandengan tangan! Sudah begitu dia begitu prihatin dengan tingkah laku para remaja berpacaran yang mulai sun pipi (kiri-kanan), terus sun tengah mungkin (muach!)

Sekarang bisa jadi dia bertindak sesuai dengan ajaran agama, ya, pasti dong mana ada agama yang mengajarkan etika pacaran? Pasti ya etika tak tertulis yang mengatakan kegiatan seperti itu hanya bisa dilakukan oleh suami dan istri alias telah resmi menikah. (oo.... mungkin karena itu jaman dahulu banyak yang menikah muda, dan sekarang banyak yang MBA karena pingin nikah kebentok sama sekolah/kuliah)

Itu salah satu keinginan mengikuti era global (wahahahaha....) dengan terlalu menggebu-gebu tanpa mengikuti etika dan pikiran, manusianya yang kesadarannya kurang. Bego banget sih menerapkan freesex tanpa ngerti aturan "keamanan supaya terhindar penyakit" atau mencegah kehamilan (katanya global jadi ngikutin gaya hidup barat gitu loh! Wahahaha... bego banget!!)
119 sekolah di Jakarta rata-rata remaja putri atau putra sama-sama udah nggak virgin, dan mereka sama-sama nggak keberatan dengan kehilangan ke-virgin-an mereka itu (stupid banget?) Mungkin mereka yang selamet alias terhindar dari kawin muda sengsara diumpat keluarga alias MBA semakin menjadi-jadi mencelakakan banyak orang apalagi kalau orangnya nggak pinter, taruhan dalam waktu setengah tahun udah kena Penyakit Seks Menular, dan taruhan dalam waktu setengah tahun berikutnya sudah menyebarkan penyakit kemana-mana. Nggak menutup kemungkinan kena AIDS (modarrr loooeee...)

Salah satu dari akibat mekso jadi global....

Kalau udah terjadi yang disalahin adalah wanita dan pakaiannya. Brengsek! Padahal kalau dipikir mustinya kita takut pada apa yang tidak terlihat daripada yang terlihat (bukan hantu loh!)Kita kan nggak usah takut sama pakaian yang gimana-gimana, alias kita sendiri juga berpakaian sepantas-pantasnya.Harusnya yang lebih ditakuti adalah yang ada didalam pikiran, kalau pikirannya kemana-mana (ngaco sambil ngiler-ngiler) biar bajunya udah rangkap tiga, libido harus tersalurkan.

Yang diperlukan adalah pengendalian pikiran, pengendalian kesadaran, dan lebih mendalami masyarakat.

Mama Laurent Berulah?

Mama Laurent pada acara talkshow di televisi mengutarakan ramalan yang menggemparkan, katanya sih tahun 2010 Indonesia akan maju (HOREEEE....) TETAPI masyarakat Indonesia hanya ada 40% dari jumlah sekarang. Jadi artinya? Dari jumlah 200 jutaan manusia Indonesia nanti tahun 2010 hanya akan tersisa 80 jutaan aja.... wew... serem yah?

Intinya sih banyak musibah, bencana alam, kecelakaan, dan sebagainya hingga tidak terasa kalau lama-lama jumlah penduduknya berkurang banyak.

Lalu apakah kita harus percaya seratus persen dengan ramalan tersebut?
Tentu tidak.
Tapi apakah kita harus membuang kepercayaan bahwa hidup enak-enakan saja toh cuma ramalan aja kok?

Sifat buruk manusia salah satunya adalah kalau dipuji cantik senengnya setengah mati
Tapi kalau dibilang jelek marah-marah sambil mengumpat-umpat dalam hati
Kalau dalam kasus ini, kita sih hore hore aja denger ramalan bagus langsung percaya begitu saja sambil senyum lebar kemana-mana, tapi begitu ramalan jelek langsung "Ah, kan cuma ramalan, nggak berarti apa-apa."

Alam sudah marah lo, ibaratnya dia adalah tubuh, kita itu kuman-kuman yang sudah menyakitinya, kita adalah bakteri-bakteri jahat seperti yang didalam usus, berguna tapi kalau terlalu banyak disingkirkan supaya tubuh Alam itu sehat kembali.

Kalau sudah sadar banyak-banyak berdoa, hati-hati pada segala kemungkinan yang membahayakan jiwa, tapi juga sadar lingkungan supaya Alam juga bersahabat dengan kita. Kalau kita mati sebelum melewati tahun 2010? Ya sudah hehehe.... namanya juga sudah karmanya untuk meninggal dalam musibah atau yang lain-lainnya...

Thursday, March 29, 2007

Indonesia oh Indonesia

Aku baca koran beberapa hari ini sangat-sangat mengerikan...
tentu saja kan adanya kecelakaan di rel kreta api A.Yani yang disebabkan yang jaga katanya ketiduran??? Memakan korban, desas-desusnya 4, tapi aku baca di koran yang pasti meninggal ada 1 orang.
Terus ada lagi polling yang mengatakan bahwa presiden SBY dianggap kurang mampu menangani masalah kenegaraan...

Sementara di iklan-iklan menggiurkan menawarkan album lagu, hp, dan berbagai entertainment lain sampai akhirnya cafe dan pub. Seberapa ironisnya sih dunia ini? Ketika disisi sini para korban lumpur porong, kebakaran, bencana alam, atau kecelakaan musibah sedang stress kemudian menghujat pemerintah. Yang lainnya hura-hura bin party sambil cuek bebek sama kondisi negara.

Emang kita nggak wajib peduli dengan kondisi negara, karena kita bagian yang diatur ya? Tapi sebagai anggota negara yang diatur kita juga wajib mengatur diri. Memangnya Presiden itu Dewa yang bisa menumbuhkan pohon uang atau mengatur hidup matinya manusia? Juga apakah dia yang menginginkan rumah-rumah penduduk terendam banjir lumpur, lalu membuat pesawat-pesawat hilang? kalo dia diprotes untuk membenarkan semua lalu disuruh bertanggung jawab bisa-bisa kalau mentalnya nggak kuat dia yang jadi gendeng bukan masyarakatnya yang gendeng.

Masyarakat yang miskin atau terkena musibah juga seenak perut minta ganti rugi duit melulu, emang haknya sih, yang nggak ngasi ganti rugi juga kebangeten kalau nggak langsung bertindak menolong karenaitu tanggung jawabnya mereka.

Tapi ironis ya? seperti anak kecil yang sepedanya rusak kemudian meminta sepeda baru.

Belum demo disana disini...
beberapa waktu lalu aku melihat koran ada anak-anak SD yang berdemo kalau nggak salah di wilayah jagir wonokromo. Ternyata demo supaya kepala sekolah tidak dimutasi dan anak-anak SD itu berdemo karena disuruh orang tuanya. Orang tua macam apa yang menyuruh anaknya berdemo? Sebagai orang tua mereka sudah gagal mendidik karena menyuruh anak mereka berdemo, akhirnya ketika dewasa bagaimana kalau keinginan mereka tidak dituruti kemudian mereka berdemo melawan orang tua mereka sendiri?
Lagian apa urusannya sih kepala sekolah dimutasi kok ribut?

Banyak hal nggak usah didemo tapi didemo, alih-alih membetulkan pikiran malah ingin mengubah orang lain. Sebelum diri sendiri sudah benar sudah ingin membenarkan orang lain. Sama saja guru yang bodoh mengajari anak idiot.

kata-kataku kasar, harus diperbaiki.

Belum lagi mengurus negara orang lain tapi tidak mengurus negara sendiri, lihat aja kalau misalnya Indonesia hancur paling negara lain itu hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil berkata "kasian... kasian...." itu yang akan kita peroleh setelah masyarakat Indonesia berdemo demi mereka yang ternyata toh pasti mereka lebih pintar untuk membela negara sendiri daripada memperhatikan kesengsaraan negara lain karena mereka pasti tidak membaca koran atau melihat televisi karena sama miskin tidak bisa beli koran dan tidak ada televisi ditiap rumah.

(mungkin aku hiperbola...)
(i hate this world...)
(i love this world...)
(i don't wanna be here when the world is doomed...)

Friday, March 16, 2007

Sinetron ama anak-anak ditambah kekacauan

Aku ngeliat sinetron akhir-akhir ini bete setengah mati, kalau nggak berisi pertengkaran, licik-licikan, tangis-tangisan, karakter nggak masuk akal pokoknya de jelek bangetttt!!!!!!!!!! makanya aku nggak pernah nonton sinetron, mending nonton film seri barat ato jepang-korea. paling nggak bermutu, ato mending lagi liat berita.

Sebenarnya kenapa sih sinetron bisa lebih diminati oleh pemirsa TV? apanya yang menghibur gitu loh? soalnya semuanya memuakkan... ya aktingnya ya jalan ceritanya. Artisnya sih ok2, cantik iya, ganteng iya, tapi kok ceritanya gitu? ini sutradaranya yang ngawur ato pingin niru film jepang korea tapi jadinya berantakan?

mana ditambah konflik dimana-mana lagi, semuanya merusak mental bangsa!
karakter baik musti di hina di siksa pokoknya perlakuan tidak adil! Sinetron Indonesia tidak mengenal hukum karma atau sutradaranya nggak punya pengalaman batin mengenai kehidupan sebenarnya jadi terlalu berimajinasi! masa orang baik jatuhnya juga nggak bejo-bejo? pasti dipermainkan kalo udah hepi nti sedih lagi terus hepi lagi itu dengan cara nggak masuk akal.

Aku pernah liat ada sinetron yang menceritakan seorang ayah yang sakit, keluarganya miskin, anak dan istrinya harus bekerja untuk mencari uang sehingga bisa mengobati penyakit ayah. Nah penyakit itu aku lupa namanya, tapi penduduk desa setempat malah ingin mengusir ayah yang sakit beserta keluarganya sehingga desa tidak berpenyakit.

Kepalaku langsung berpikir, kok uda sama-sama miskin malah ingin menyengsarakan orang sakit? Kan sama aja mengajarkan penduduk desa bermasalah harus diusir, disakiti, disingkirkan, mungkin kalau perlu dibinasakan. Mustinya kan diajari agar masyarakat desa saling menolong, mungkin memberikan makanan atau urunan uang masing-masing orang seribu dua ribu atau semampu mereka untuk mengobati yang sakit. Kan secara tidak langsung makna ini harusnya ditanamkan pada sikap moral pemirsa televisi.

ditambah lagi dengan anak-anak yang melihat, mereka bisa jadi meniru-niru adegan di telievisi apalagi sinetron remaja yang biasanya sirik-sirikan, pake baju, aksesoris, dan make up berlebihan. Ya Tuhan, mereka itu baru SMP-SMU kalau harus pakai make up setiap hari ke sekolah sama aja menuakan diri dari dini. sudah begitu menimbulkan klik-klik sosial di sekolah sehingga yang lebih kaya atau cantik atau ganteng justru menindas atau sok pamer di sekolah.

Jadi gimana ini pecinta sinetron Indonesia? Apa sinetron-sinetron saat ini sudah bisa memuaskan anda atau memang penuh kecacatan dan butuh perbaikan? Karena tidak bisa dipungkiri manusia Indonesia lebih suka melihat TV daripada belajar kehidupan dari buku.