Sunday, August 19, 2007

Demo SBY oleh mahasiswa di Semarang waktu SPA

Aduh duh.... Pak SBy waktu datang di pembukaan SPA (Semarang Pesona Asia) di demo oleh mahasiswa. kok kebangeten banget ya?

Jadi pemimpin itu susah loh... aku sendiri sudah pernah sedikit mencicipi kondisi seperti itu. Masih mending aku cuma kepanitiaan di kampus, klo pak SBY kan Presiden.
Aku yang dulu jadi Ketua dipilih karena nggak ada yang mau jadi ketua, anak buahnya pada nggak mau nurut, alias sepenaknya sendiri juga ada. Yang membantu aku jadi ketua juga ada, tapi mayoritas pada seenaknya sendiri, ya alhasil acara nggak jalan dengan lancar. Aku memikirkan Pak SBY mungkin seperti saya, dia memimpin negara yang masyarakatnya sulit diatur, dan demokrasi yang digembar-gemborkan menjadi rancu dengan istilah menang sendiri. Memang istilah dari rakyat untuk rakyat itu memang benar, tanpa ada rakyat, tidak akan ada presiden. Tapi yang milih presiden juga kan rakyat, mbok ya yang sabar... presiden juga manusia, bedanya mungkin dia lebih punya duit, rumah gede, ama kehidupan yang baik dibanding rakyat miskin, tapi kan sama aja otaknya satu, badannya juga manusia, jantungnya juga bekerja seperti kita, kalo diberi tekanan oleh ratusan ribu, jutaan warga, bahkan 200 juta warga di Indonesia apa nggak stress? Bukannya berkembang malah stroke kan payah.

Sekarang banyak orang suka demo, nggak suka ini demo, nggak suka itu demo. Jadi manusia kok kayaknya kita kurang sabar, karena pemerintahan itu bukan cuma OSIS, ketua kelas, ketua BEM, atau Pak RT/RW, Gubernur, Walikota, dsb. Presiden adalah bapaknya negara, masa bapaknya negara di demo, lah... rakyatnya itu kan seperti anak pemberontak.

Pemerintahan itu seperti keluarga, yang paling dimanja dan dirawat ya anak alias rakyat. Sang anak punya keinginan apa, orangtuanya pasti mikir-mikir untuk mewujudkan permintaan anaknya tersebut. Kalo anak minta motor nggak dikasih terus protes ke orangtua, apa ya tindakan itu benar? Kalo anaknya susah diatur kan juga keluarga tidak harmonis, tidak teratur, tidak hidup dengan nyaman. Sebaliknya orangtua yang memegang pemerintahan keluar besar ini juga nggak bisa semena-mena kan, karena tanggung jawabnya terhadap anak sampai mati (kalau pemerintah ya sampai masa pemerintahan habis atau nanti dipilih kembali)

Papaku pernah bilang, Keluarga itu seperti Skak (Catur). Ibarat suami dan Istri adalah Raja dan Ratu, maka Kuda, Mentri, dan Benteng itu anak-anaknya. Kalo Raja dan Ratu maju sendiri nggak bisa menang, tapi kalo anak-anaknya juga maju kemenangan bisa diraih dengan gemilang.

Karena itu kita sebagai rakyat jangan hanya mengkritik tanpa wujud perbuatan yang fisik. Seperti kata Kikan di Empat Mata pada 17 Agustus kemarin, yang dia katakan benar, rakyat cuma bisa mengkritik, mendemo, memprotes, pada Pemerintahan, tapi apa yang telah dia lakukan untuk bangsa Indonesia. Semiskin atau setidak mampunya seseorang pasti mereka tetap dapat melakukan sesuatu walaupun sekecil apa pun untuk menunjukkan dia adalah warga Indonesia sejati.

Monday, August 6, 2007

Koda Kumi dan Ayumi yang dibilang menjelma jadi super seksi

Oooeehh..... Klo Ayumi dibilang superseksi sekarang karena buka2 baju, kayaknya yang bilang harus mengenal Koda Kumi deh, artis Jepang nomor 1 yang telah mengalahkan Ayumi Hamasaki, yep2... Ayumi sudah bukan artis nomor 1 sejepang, tapi si Koda Kumi!!! dia keren hehehe... tapi alamakkk bujubuneng.... ape ye?

just see....







Ohohohoho.....Ayumi Hamasaki lebih terlihat sebagai santa daripada Koda Kumi...

My Dog name's Melon_Based on True Story

Aku diberi anjing kecil sama Momok sekitar 2 bulan yang lalu (apa 3?)

Warnanya coklat, tampang tolol, ama begonya setengah mati ditambah makannya lebih banyak daripada aku (Gila kan?)

Ketika aku bawa pulang, banyak yang tanya,
"Ini chihuahua? Kok gedhe banget?"
Dikira chihuahua? kok bagus amat???
terus....
"Ini anjing kancil ya? lucu ya?"
Ehm... ehm... pujian pertama tuh...
tapi dikira anjing kancil (gedhe amat??)
terus....
Ini anjing geladak ya? (anjing kampung)
(T-T) Oh... sedihnya daku....
Dtambah lagi...
Ini anjing apaan?
TIDAAAKKKK....

Terus ditanya lagi, "Namanya siapa?" Aku bilang namanya Melon ^-^
"Haahh? Emang warnanya ijo?" (-_-)'
Heehh.... rasanya dimana-mana semua orang juga tahu kalau anjing hijau sudah bakal masuk bonbin ama diteliti ama penelitian NASA dikira alien.

Realitynya Melon adalah keturunan Pomeranian besar bulu putih yang cantik namanya Tammy. Bapaknya? Unknown... KENAPA JADINYA BEGINI????
Padahal gen induk harusnya mempengaruhi 60% hasil jadinya (-_-)' Aneh bukan?

Hari pertama dia nangis terus kerjaannya, kadang kayak 'ngomyang2' alias protes2 suaranya,
"eweweweweweweweweweweweww...."
Sereeeemmm....

Jadi aku masukin ke kamar, kubuatin tempat tidur kecil aku taruh di kolong
tempat tidurku. Namanya juga Melon de Gembul Baka, makanya dia nggak tidur di kandang
yang kubuat, tapi tidur di kolong tempat tidur sebelah tempat tidur empuk yang kubuat.

Pipis pipis pipis
pup pup pup
maem maem maem
slurp slurp slurp
zzz zzzz zzzzzzz
tuh kerjaannya si Melon

namanya juga masih bayi

Sayangnya ketentraman tidurku selesai sudah, setiap pagi kalau tanganku deket pinggir kasur, pasti dijilat2, kalo aku dah melek langsung digonggong atau mendengking2.

Jadi... Melon = Jam weker

Semprulnya dia bangunin aku setiap jam 5-6 pagi melulu, padahal jaman dulu...
(T-T) aku bisa bangun jam 8-9 hahahahaha....

Dia pernah aku pakein baju bayi ama aku foto2 hwahahahahaha.... tampangnya
jadi aneh bin ajaib, kayak hantu....

Lalu yang paling jengkel, kalau minta ajak main dia gigit2in aku mpe aku mau
ajak dia maen, biasanya sih aku main lempar bola tenis. Seneng sih hehehe... dia lari2 ambil bola terus kasih ke aku (tepatnya rebutan ama aku)

Aku pernah eksperimen

Aku lempar potongan wortel
dia makan

Aku lempar potongan kentang
dia makan

Aku lempar kol matang
dia makan

Aku lempar pisang
dia makan

Aku lempar pepaya
dia makan

Aku lempar buah melon
dia makan

AJAIIBBBB....

terus pembantu tuaku juga eksperimen

Krupuk tuiinngg... dia makan

Bayam mentah tuiinnnggg.... dia makan

KERENNNN.....

Anjing terbukti omnivora...

Mungkin khusus si Melon aja yang Omni
(-_-)?

(part 1) end

Friday, July 13, 2007

Ayumi pro dan kontra

Daripada ngomongin yang berat-berat, kita omongin Ayumi yuk?

Ayumi sekarang berubah katanya. (hm.. namanya juga artis)
Artis mana yang nggak operasi plastik, suntik botox, dan transplantasi rambut?
Usia Ayumi emang udah nggak muda-muda banget, apalagi persaingan artis tentunya sangat ketat dan tinggi. Kalau begitu nggak heran kan kalau artis-artis yang merasa mulai kehilangan pamor jadi panik meningkatkan pamornya lagi dan menumbuhkan kembali kecintaan fans pada mereka.

Ayumi hanya salah satu korban dunia entertainment, semua orang yang masuk ke dunia entertainment pasti akan mengorbankan banyak demi performance, karena tentu saja artis menjadi panutan orang banyak. Daripada menjadi santa kalau jadi artis justru banyak pengikutnya, makanya image mereka dijaga. Fans ingin mereka tetap cantik mereka harus cantik, fans ingin mereka langsing mereka harus langsing. Sebenarnya kan mereka juga kasihan...

Kabar Ayumi yang operasi plastik ini itu rasanya basi, karena semua orang juga pasti tau artis mana yang nggak operasi plastik? minimal nge-gym gila-gilaan atau diet berat.
Kalau ada yang bilang Ayumi mulai buka-buka baju, aku sendiri berharap jangan sampe deh! Artis emang ada aja caranya yang menaikkaan pamor dengan meminimkan baju dan banyak pamer kulit. Nah kalo semua pada ngikut kan ya berabe.

Anyway i still love her hehehehe.....

Tuesday, May 8, 2007

Blood Diamond

Hai hai...

Btw sudah liat Blood Diamond? Okeh... okeh... itu film lama...
Berhubung dulunya aku nggak tertarik, karena isinya action tembak-tembakan, aku lagi suka-sukanya dengan film-film yang manis, penuh lagu yang easy listening, dan pakaian-pakaian dan kelengkapan aksesoris yang bagus. Mungkin aku harus kembali melihat ke realita kalau aku tidak punya uang yang cukup untuk membeli baju, sepatu, aksesoris, dan tas-tas karena semua itu tidak bisa memberiku makan.

Akhirnya gara-gara temen-temen sama pacarku yang bilang kalau film itu bagus akhirnya aku nonton juga. Filmnya mengerikan!!! Bukan dalam artian jelek, tapi memang mengerikan. Apa kah dapat membuat kita jadi tidak suka 'Diamond'? Apakah kita semakin mensyukuri karena kita dapat hidup dengan layak?

Bisakan kalau dibayangkan kejadian tersebut benar-benar terjadi disana, dan bagaimana kalau terjadi di SINI? Di INDONESIA ini? Oh tenang aja, tidak akan terjadi di Indonesia, kita kan bukan di Afrika, dan disini nggak ada tambang 'diamond'... Oh ya? Bagaimana kalau kenyataannya semua itu sedikit-demi sedikit telah melarut ke Indonesia dan kita tidak tahu?

Di sana anak kecil mungkin baru saja berusia 10-14 tahun sudah mengisap ganja, menyuntik (oh aku tidak tahu) sesuatu yang membuat mereka teler, merokok, minum-minuman keras, dan yang jelas mereka memegang senjata (benar-benar senjata berat), tentu saja mereka telah MEMBUNUH. Mungkin ketika melihat film tersebut orang-orang ada yang berpikir, itu kan cuma film, mungkin kenyataannya tidak seperti itu, atau mungkin berpikir itu kan cuma berlebihan supaya filmnya menjadi dramatis jadi laku dan produsernya menjadi sangat kaya raya.

Apakah produser/sutradara/pemain film/atau apapun yang bekerja dalam pengerjaan film tersebut akan membantu semua anak-anak dan orang-orang tidak berdosa yang di Afrika tersebut?

Aku bilang bagaimana kalau apa yang terjadi disana terjadi di Indonesia?
Bagaimana dengan GAM? Bukannya itu sudah namanya perang saudara? Melawan pemerintah dengan kekerasan?
Anak membunuh bapak, anak membunuh saudara, anak membunuh adik, saudara membunuh saudara? atau kebalik, Seorang Ibu Membunuh 4 Orang Anaknya (bahkan diabadikan ke dalam rekaman di ponsel) Pernahkah kita membaca artikel atau berita tersebut? Lalu bagaimana tanggapan kita "oh ya ampun, kok bisa ya? Kok tega ya? Kok kayak gitu ya?" Lalu?

Manusia memang berotak mungkin tapi entah kenapa kehidupan mereka tidak jauh dari kebinatangan yang buas. Benarkah ada jiwa liar dan buas kita yang terkurung? menunggu dilepaskan? Mustinya tidak kalau bukan diri kita sendiri yang membuka kurungan tersebut.

Kita bersyukur bisa hidup AGAK tenang, tapi orang yang paling tidak mengerti perdamaian dan bisa memaafkan sama saja bertindak seolah-olah dia penguasa dunia. Seperti di Blood Diamond tersebut, pemimpin RUF bertindak seolah-olah sebagai malaikat yang ingin menyelamatkan negara (dalihnya) padahal dia menciptakan neraka dunia itu sendiri.

Jangan jadikan diri kita sebagai pencipta neraka, itu yang aku bilang pada diriku sendiri.
Mensyukuri hidup yang telah diperoleh, dan doakan semoga semua makhluk bahagia (entah binatang, manusia, atau yang tidak terlihat dari kita), itu pun menjadi doaku setiap hari.

Bantulah dunia setiap hari supaya menjadi "RUMAH" yang indah, nyaman, tenang, dan aman bagi semua makhluk di dunia....

Saturday, May 5, 2007

Iklan Offensive Milday Terhadap Wanita dan Mbuh Kamsudnya

Ada yang pernah liat nggak iklan Milday yang ngerjain cewek? Toilet gambar cowoknya di kasih rok jadi cewek salah masuk ke toilet cowok?

Pasti pernah liat kan.
Nah, menurut kalian bagaimana? Iklan yang bagus? Mengena?
Iklan rokok sih semuanya memang nggak nyambung, tapi baru kali ini aku ngerasa jengkel sama iklan rokok, karena biasanya semua bagus.

Apa juga maksudnya? Emang yang ngerokok Milday berarti cowok usil yang suka usilin cewek sampai kebangetan gitu? Terus terang apa bakal laku? Kalau aku digebet sama cowok ngerokok milday udah ogah setengah mati (hahahaha... just kidding honey...).

Yang dilihat dari sisi etika nggak baik, udah gitu jelek lagi ceritanya. Kalau sisi pengambilan audio visual bagus deh.

Apa layak iklan tersebut dibilang bagus? Terus terang itu sangat offensive terhadap wanita, jadi kalau ada yang bilang itu iklan rokok yang baik, dia harusnya musuh wanita sedunia.

Ciuman & Agama

Kissing.... Sex... and Love Story....

Duh, mau dibilang sekarang adalah jaman global, dari dulu aku SLTP juga udah dibilang zaman Global, kapan kita mengglobal? mengglobal kok kayak siput!!

Terus yang namanya mengglobal itu apa penuh dengan teknologi?
penuh dengan gaya hidup metropolitan?
penuh dengan glamor, bling-bling, dan addicted to fashion?

Ok kalau begitu kita harus nyadar Negara Indonesia bisa dibilang lama-lama bukannya maju secara global tapi mundur teratur menuju negara ketiga lebih parah dari Vietnam atau India.

Apa hubungannya dengan ciuman dan Agama?
Yang ingin dibicarakan hanya sebagian kecil dari tidak karuannya perkembangan yang terjadi di Indonesia.

Aku pernah membaca surat pembaca yang sangat munafik dan pikiran terlalu dangkal, entah pengaruh apa saja sih aku nggak tau. Tapi aneh sekali, masa ada manusia yang seperti itu? Mungkin masyarakat samin? Jujur aja, pembaca satu ini seperti tidak pernah tersentuh dengan TV, sosialisasi modern, dan media. Karena apa? Dia memprotes remaja putri dan remaja putra bergandengan tangan! Sudah begitu dia begitu prihatin dengan tingkah laku para remaja berpacaran yang mulai sun pipi (kiri-kanan), terus sun tengah mungkin (muach!)

Sekarang bisa jadi dia bertindak sesuai dengan ajaran agama, ya, pasti dong mana ada agama yang mengajarkan etika pacaran? Pasti ya etika tak tertulis yang mengatakan kegiatan seperti itu hanya bisa dilakukan oleh suami dan istri alias telah resmi menikah. (oo.... mungkin karena itu jaman dahulu banyak yang menikah muda, dan sekarang banyak yang MBA karena pingin nikah kebentok sama sekolah/kuliah)

Itu salah satu keinginan mengikuti era global (wahahahaha....) dengan terlalu menggebu-gebu tanpa mengikuti etika dan pikiran, manusianya yang kesadarannya kurang. Bego banget sih menerapkan freesex tanpa ngerti aturan "keamanan supaya terhindar penyakit" atau mencegah kehamilan (katanya global jadi ngikutin gaya hidup barat gitu loh! Wahahaha... bego banget!!)
119 sekolah di Jakarta rata-rata remaja putri atau putra sama-sama udah nggak virgin, dan mereka sama-sama nggak keberatan dengan kehilangan ke-virgin-an mereka itu (stupid banget?) Mungkin mereka yang selamet alias terhindar dari kawin muda sengsara diumpat keluarga alias MBA semakin menjadi-jadi mencelakakan banyak orang apalagi kalau orangnya nggak pinter, taruhan dalam waktu setengah tahun udah kena Penyakit Seks Menular, dan taruhan dalam waktu setengah tahun berikutnya sudah menyebarkan penyakit kemana-mana. Nggak menutup kemungkinan kena AIDS (modarrr loooeee...)

Salah satu dari akibat mekso jadi global....

Kalau udah terjadi yang disalahin adalah wanita dan pakaiannya. Brengsek! Padahal kalau dipikir mustinya kita takut pada apa yang tidak terlihat daripada yang terlihat (bukan hantu loh!)Kita kan nggak usah takut sama pakaian yang gimana-gimana, alias kita sendiri juga berpakaian sepantas-pantasnya.Harusnya yang lebih ditakuti adalah yang ada didalam pikiran, kalau pikirannya kemana-mana (ngaco sambil ngiler-ngiler) biar bajunya udah rangkap tiga, libido harus tersalurkan.

Yang diperlukan adalah pengendalian pikiran, pengendalian kesadaran, dan lebih mendalami masyarakat.